NANGA BULIK — Tim SAR Gabungan mengakhiri operasi pencarian terhadap Sarundap (42) setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian. Jasad pria asal Pasuruan, Jawa Timur, itu muncul ke permukaan sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di Sungai Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Korban dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Lamandau untuk penanganan lebih lanjut. Penemuan ini sekaligus menutup operasi SAR yang berlangsung sejak korban dilaporkan hilang, Minggu (9/8/2026).
Korban Terpeleset Saat Memancing di Tepian Sungai
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Sarundap yang sedang asyik memancing di tepian Sungai Bulik bersama rekannya diduga terpeleset hingga akhirnya jatuh ke dalam sungai.
Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh keluarga dan warga setempat. Namun, korban tak kunjung ditemukan hingga kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke Pos SAR Pangkalan Bun.
Manuver Perahu Karet Jadi Momen Krusial Penemuan Korban
Memasuki hari kedua, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Pangkalan Bun, Polres Lamandau, BPBD Kabupaten Lamandau, serta masyarakat sekitar kembali menyisir sungai sejak pukul 07.00 WIB. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dengan area pencarian yang telah ditentukan.
“Pada pukul 09.50 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban sekitar kurang lebih 50 meter dari posisi korban tenggelam. Korban muncul ke permukaan setelah Tim SAR Gabungan melakukan manuver perahu karet di permukaan,” ungkap Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi.
Operasi SAR Resmi Ditutup, Apresiasi Mengalir untuk Tim Gabungan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, membenarkan kabar penemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi SAR KMM secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras dalam operasi ini hingga korban bisa ditemukan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di tepian sungai, terutama di wilayah perairan yang arusnya tidak dapat diprediksi. Sinergi antara unsur SAR, aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat terbukti menjadi kunci dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan di Kalimantan Tengah.