KALIMANTAN TENGAH — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir. Berdasarkan data resmi yang dirilis Sabtu (8/8/2026), indeks melesat 2,78% dari posisi 6.236,126 pada pekan sebelumnya menjadi 6.409,654.
Lonjakan Volume Transaksi dan Rekor Jumlah Investor Baru
Penguatan indeks ini diiringi oleh peningkatan aktivitas perdagangan yang cukup deras. Rata-rata volume transaksi harian melonjak drastis 32,98% menjadi 39,95 miliar saham, sementara frekuensi transaksi harian juga naik 27,62% menjadi 2,32 juta kali transaksi.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian justru terkoreksi tipis 0,38% menjadi Rp 15,38 triliun. Hal ini mengindikasikan perputaran saham lebih banyak terjadi pada harga-harga menengah ke bawah, bukan pada saham-saham kapitalisasi besar (big cap).
Dari sisi fundamental pasar, jumlah investor pasar modal Indonesia kini resmi menembus angka 30 juta SID. Tepatnya, tercatat 30.274.265 SID hingga pekan ini, atau meningkat 48,78% secara year to date (ytd) dengan tambahan 9.926.440 SID baru.
Daftar Saham Paling Cuan Sepanjang Pekan Ini
Sejalan dengan momentum penguatan IHSG, sejumlah saham berkapitalisasi kecil hingga menengah mencatatkan kenaikan harga yang fantastis. Berikut tiga besar top gainers yang berhasil mencetak keuntungan tertinggi selama sepekan:
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) — melonjak 71,21% ke level Rp 565 per saham.
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) — menguat 66,67% ke level Rp 720 per saham.
- PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) — naik 51,32% ke level Rp 115 per saham.
Arus Modal Asing Mulai Berbalik Masuk
Sinyal positif datang dari perilaku investor asing yang mulai kembali melirik pasar saham Tanah Air. Pada perdagangan Jumat (7/8), bursa mencatatkan aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp 1,24 triliun.
Meski demikian, secara akumulasi sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) yang cukup dalam, yakni mencapai Rp 71,29 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi pembalikan aksi pada akhir pekan, tekanan jual asing secara fundamental masih mendominasi pasar sepanjang tahun berjalan.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, membenarkan data pergerakan indeks dan aktivitas pasar tersebut. "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat 2,78% sehingga ditutup pada level 6.409,654 dari posisi 6.236,126 pada pekan sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi.
Investasi mengandung risiko.