PALANGKA RAYA — Sebanyak 10.700 personel dari berbagai unsur disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Langkah ini merupakan respons atas peringatan dini terkait fenomena El Nino yang diprediksi menyebabkan kondisi cuaca lebih kering hingga awal tahun 2027.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kita tidak boleh menunggu sampai kebakaran meluas. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur, sehingga setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani,” tegasnya.
Mengapa Kesiapsiagaan Tahun Ini Lebih Krusial?
Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang diikuti Gubernur secara daring menjadi momentum penguatan koordinasi. Dalam arahannya, Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini.
Fenomena El Nino menjadi perhatian utama karena berpotensi memperpanjang musim kemarau. Kondisi ini membuat lahan gambut yang banyak tersebar di Kalteng menjadi sangat rawan terbakar.
Strategi Penanganan: Dari Satgas Darat hingga Modifikasi Cuaca
Pemerintah pusat menginstruksikan penguatan Satgas Darat dan Satgas Udara untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain:
- Peningkatan frekuensi patroli di titik-titik rawan karhutla
- Kesiapan peralatan dan personel pemadaman di lapangan
- Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan buatan
Pemerintah Provinsi Kalteng juga terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung. Koordinasi di lapangan diperkuat agar respons terhadap munculnya titik api bisa dilakukan dengan cepat.
Peran Masyarakat Menjadi Kunci Pencegahan
Gubernur Agustiar Sabran mengingatkan bahwa kesadaran warga untuk tidak membakar lahan secara sembarangan merupakan bagian penting dari upaya pencegahan. Masyarakat diminta aktif melaporkan potensi kebakaran sejak dini.
“Kita ingin Kalteng tetap aman dari Karhutla. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” tambahnya.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya yang ada, Pemprov Kalteng berkomitmen mencegah dampak karhutla agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.