SAMPIT — Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tanda-tanda itu terlihat dari bermunculannya pedagang yang menjajakan Bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga atribut Garuda Pancasila di sejumlah ruas jalan utama.
Salah satunya di Jalan MT Haryono, seorang pedagang musiman, Jumyati, mengaku lapaknya mulai ramai dikunjungi pembeli sejak sepekan terakhir. Ia membuka dagangannya sejak 1 Agustus 2026 untuk menjaring permintaan masyarakat dan perkantoran yang hendak menghias lingkungannya.
Bendera dan Atribut Garuda Jadi Primadona Pembeli
Menurut Jumyati, produk yang paling banyak dicari adalah Bendera Merah Putih dan atribut bergambar Garuda Pancasila. Permintaan datang dari warga yang ingin memasangnya di rumah maupun lingkungan kerja.
"Alhamdulillah, sekitar sepekan terakhir ini pembeli sudah mulai ramai, baik itu yang beli satuan atau langsung banyak untuk keperluan kantor," kata Jumyati kepada Antara di Sampit, Minggu (9/8/2026).
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Bendera Merah Putih dijual mulai sekitar Rp 25 ribu dan masih bisa ditawar hingga Rp 20 ribu. Sementara untuk umbul-umbul berukuran besar, banderolnya mencapai Rp 250 ribu.
Omzet Naik Turun, Pedagang Sebut Tahun Lalu Lebih Bergairah
Meski berada di momentum yang biasanya meningkatkan permintaan, Jumyati mengungkapkan pendapatan hariannya tidak selalu stabil. Ia mencontohkan, dalam sehari omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, namun di hari lain bisa saja tidak ada pembeli sama sekali.
"Dalam satu hari kadang dapat Rp 1 juta, kadang Rp 1,5 juta, kadang malah tidak dapat. Naik turun, tergantung pembeli," ujarnya.
Berdasarkan pengalamannya, puncak pembelian biasanya terjadi pada awal Agustus hingga sekitar tanggal 7 atau 10 Agustus. Memasuki 11–16 Agustus, jumlah pembeli justru cenderung menurun sehingga pedagang harus menyesuaikan target penjualan dengan kondisi pasar.
Kondisi ekonomi tahun ini juga disebut ikut memengaruhi daya beli masyarakat. Jumyati menuturkan, perolehan penjualannya saat ini belum mampu menyamai periode yang sama tahun sebelumnya. "Kalau dibandingkan tahun kemarin, lebih baik tahun kemarin," ungkapnya.
Momen Membeli Bendera Jadi Bentuk Penghormatan untuk Pahlawan
Di sisi lain, aktivitas jual beli atribut kemerdekaan ini tak hanya menjadi kegiatan ekonomi musiman. Kehadiran para pedagang turut mencerminkan meningkatnya antusiasme warga menghias lingkungan jelang 17 Agustus.
Salah seorang pembeli, Dwi Dues Ahad, sengaja membeli bendera dan spanduk untuk dipasang di rumahnya. Baginya, langkah sederhana itu merupakan wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
"Karena rasa terpanggil. Indonesia sudah merdeka. Orang dulu pertumpahan darah, kita sekarang hanya memasang bendera atau membuat ucapan kepada pejuang-pejuang kita," tuturnya.
Dwi berharap semangat kemerdekaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan memasang atribut, tetapi juga diisi melalui hal-hal positif serta menjaga persatuan dan kebersamaan.
Bagi para pedagang musiman seperti Jumyati, momen Agustus menjadi kesempatan untuk menambah pendapatan. Ia tetap berharap penjualan akan kembali meningkat menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.