Pencarian

Rupiah Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:10:51 WIB
Rupiah Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka menguat 0,49% ke level Rp17.810 per dolar AS di tengah pelemahan indeks dolar pasca rilis data tenaga kerja AS.

KALIMANTAN TENGAH — Data tenaga kerja AS yang mengecewakan menjadi katalis utama pergerakan mata uang Asia hari ini. Berdasarkan data yang dirilis Jumat pekan lalu, pertumbuhan lapangan kerja AS tercatat jauh lebih lemah dari perkiraan analis, sehingga menekan indeks dolar dan membuka ruang apresiasi bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Turun, Dolar Tertekan

Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa data NFP yang lemah secara langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS. Pelaku pasar kini memperhitungkan probabilitas kenaikan Fed Funds Rate (FFR) yang semakin mengecil, bahkan mulai mempertimbangkan potensi pelonggaran.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan," kata Lukman, Senin (10/8). Ia menambahkan, pelemahan dolar ini menjadi angin segar bagi penguatan nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Ketidakpastian Selat Hormuz Batasi Ruang Apresiasi

Meskipun sentimen eksternal mendukung, laju penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berjalan mulus. Faktor geopolitik masih menjadi penghambat utama, khususnya ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz yang mempengaruhi harga energi dan rantai pasok global.

"Namun ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz bisa menahan penguatan," imbuh Lukman. Kondisi ini membuat investor tetap waspada terhadap potensi gejolak harga komoditas yang dapat memicu risiko inflasi impor di dalam negeri.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan dinamika tersebut, pergerakan rupiah diprediksi akan berada dalam rentang yang cukup lebar. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi AS selanjutnya serta situasi geopolitik Timur Tengah sebagai penentu arah mata uang.

"Rupiah akan berada di range Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS hari ini," pungkas Lukman. Level support terdekat berada di Rp17.800, sementara resistensi psikologis diperkirakan ada di area Rp17.950.

  • Rupiah dibuka di level Rp17.810, menguat dari posisi penutupan pekan lalu di Rp17.897.
  • Data NFP AS yang lemah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
  • Sentimen risiko dari Selat Hormuz masih membayangi pergerakan mata uang regional.

Investasi mengandung risiko.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks