MUARA TEWEH — Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan mengucurkan dana hampir Rp 1 miliar untuk pengadaan buku edukasi interaktif bagi anak usia dini. Buku bertajuk "Mengenal Alat Transportasi (All About Transportation)" tersebut telah didistribusikan ke sekolah-sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan pada tahun anggaran 2026.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Kepala Dinas Pendidikan Iman Topik menyatakan bahwa inovasi ini bukan sekadar pengenalan jenis kendaraan. Materi utama yang ditekankan adalah edukasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api, sebuah aspek yang jarang diangkat dalam kurikulum pendidikan anak usia dini di daerah.
Fitur Suara dan Dua Bahasa untuk Pembelajaran Anak
Berbeda dengan buku konvensional, buku ini dilengkapi fitur suara yang memungkinkan anak mengenal ragam alat transportasi secara audio-visual. Mulai dari kereta api, bus, kapal laut, helikopter, sepeda motor, hingga truk kontainer disajikan dengan ilustrasi menarik dan narasi dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris.
Metode ini diharapkan mampu membuat proses belajar lebih hidup. Anak-anak tidak hanya melihat gambar, tetapi juga mendengar langsung bagaimana bunyi atau cara kerja masing-masing transportasi, sehingga daya serap materi menjadi lebih optimal.
Menanamkan Aturan di Perlintasan Kereta Api
Salah satu poin krusial dalam buku ini adalah pemahaman bahwa rel merupakan jalur khusus kereta api. Anak-anak diajarkan bahwa setiap pengguna jalan wajib berhenti dan menunggu palang pintu terbuka sebelum melintas.
Materi tersebut sengaja dimasukkan untuk membangun kesadaran sejak dini akan bahaya di perlintasan sebidang. Selain itu, buku ini juga memperkenalkan fungsi kereta api sebagai sarana angkutan penumpang dan barang, sekaligus menjelaskan peran kendaraan logistik seperti truk kontainer dalam distribusi kebutuhan masyarakat.
Harapan Meningkatkan Literasi Transportasi Daerah
Melalui buku edukatif ini, PT KAI berharap dapat meningkatkan literasi transportasi sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Pihaknya menilai pengenalan aturan sejak kecil akan membentuk kebiasaan yang baik saat anak tumbuh dewasa.
Iman Topik menambahkan, distribusi buku tersebut menyasar sekolah-sekolah di sembilan kecamatan di Barito Utara. Pendistribusian ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas, termasuk di wilayah pelosok, dengan anggaran kurang lebih Rp 1 miliar.