KUALA PEMBUANG — Kapolres Seruyan memimpin apel pagi jam pimpinan yang digelar di halaman Mapolres Seruyan pada Senin (27/7/2026) pukul 07.30 WIB. Kegiatan itu diikuti para pejabat utama, perwira, personel Polres Seruyan, personel Polsek Seruyan Hilir dan Polsek Seruyan Tengah, serta ASN Polri di lingkungan Polres Seruyan.
Penanganan Karhutla: Profesional dan Humanis Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Kapolres Seruyan menegaskan bahwa setiap personel wajib menangani karhutla dengan pendekatan profesional dan humanis. Instruksi ini disampaikan di tengah meningkatnya potensi kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Seruyan.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara profesional dan humanis. Apabila ditemukan titik api, segera lakukan pemadaman dengan bersinergi bersama instansi terkait,” tegas Kapolres dalam amanatnya.
Respons Cepat dan Sinergi Antarinstansi
Kapolres menginstruksikan seluruh personel agar segera merespons setiap titik api yang terdeteksi dengan langkah cepat dan tepat. Ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan instansi terkait dalam upaya pemadaman.
Langkah ini dinilai krusial mengingat karakteristik lahan gambut di Seruyan yang rawan api merambat dan sulit dipadamkan jika tidak ditangani sejak awal.
Tindakan Tegas bagi Pelaku Pembakaran Hutan
Tak hanya soal pemadaman, Kapolres juga menekankan penindakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Dan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan, akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa jajaran Polres Seruyan tidak akan mentoleransi praktik pembakaran lahan yang kerap menjadi penyebab utama kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah.
Apel Pagi sebagai Pengingat Kesiapsiagaan Personel
Melalui apel pagi ini, Kapolres berharap seluruh personel dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggung jawab dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Seruyan.
Kegiatan serupa rutin digelar sebagai bagian dari pembinaan personel sekaligus evaluasi kesiapan operasional menghadapi bencana kabut asap yang hampir setiap tahun melanda daerah tersebut.