Pencarian

Lexus LF-ZC Batal Produksi, Tapi Teknologi Barunya Siap untuk Model Penerus

Kamis, 25 Juni 2026 • 10:15:31 WIB
Lexus LF-ZC Batal Produksi, Tapi Teknologi Barunya Siap untuk Model Penerus
Lexus resmi menghentikan pengembangan sedan listrik LF-ZC yang sempat direncanakan meluncur pada 2027.

KALIMANTAN TENGAH — Kabar mengejutkan datang dari Toyota. Lexus LF-ZC, sedan listrik yang digadang-gadang menjadi andalan baru merek premium Jepang itu, resmi dicoret dari papan produksi. Padahal, mobil konsep yang diperkenalkan di Japan Mobility Show 2023 itu sempat dijadwalkan meluncur pada 2026, lalu mundur ke pertengahan 2027.

“Kami telah menghentikan pengembangan Lexus LF-ZC,” ujar Hiroki Nakajima, dikutip dari Nikkei dan media Jepang lainnya. Alasan utamanya, biaya cetakan dan peralatan produksi dinilai terlalu mahal untuk model ini.

Teknologi Baru Tetap Jalan: Gigacasting hingga Baterai Prismatik

Meski modelnya batal, Nakajima memastikan teknologi yang dikembangkan untuk LF-ZC sudah matang dan siap diproduksi massal. “Banyak teknologi baru yang dikembangkan selama proses pengembangan LF-ZC, seperti Gigacast, platform elektronik dan kelistrikan baru untuk ADAS, serta miniaturisasi dan pengurangan bobot, semuanya sudah selesai,” jelasnya.

Salah satu yang paling menarik adalah baterai prismatik berperforma tinggi. Toyota mengklaim baterai ini mampu memberikan jangkauan tempur dua kali lipat dari baterai lithium-ion konvensional, ditambah waktu pengisian yang jauh lebih cepat. Teknologi ini akan menjadi tulang punggung model listrik Lexus ke depan.

Selain itu, Toyota juga telah menyiapkan metode manufaktur baru, termasuk gigacasting dan lini perakitan self-propelled, yang dirancang untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi produksi. Sistem kokpit digital Intelligent Cockpit yang ditenagai platform Arene OS juga tetap dalam rencana, lengkap dengan asisten AI yang bisa memberi navigasi dan rekomendasi personal.

Model Penerus Sudah Dikembangkan, Tapi Bentuknya Bukan Sedan

Nakajima menegaskan bahwa Toyota tidak akan membuang begitu saja investasi riset yang sudah dikeluarkan. “Kami memutuskan untuk mengembangkan kendaraan penerus,” katanya. Namun, ia tidak menyebut secara spesifik model apa yang akan menggantikan LF-ZC.

Beredar spekulasi bahwa Toyota kemungkinan akan mengalihkan fokus ke segmen SUV yang lebih populer di pasar global. Langkah ini masuk akal mengingat permintaan sedan listrik premium belum sekuat SUV listrik, terutama di pasar utama seperti Amerika Utara dan China.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Lexus masih bisa mencapai target penjualan 1 juta unit EV pada 2030? LF-ZC tadinya dianggap sebagai model kunci untuk mewujudkan target tersebut. Lexus juga berambisi menjadi merek listrik penuh pada 2035.

Sementara Toyota terus menimbang ulang strategi EV-nya, kompetitor asal China seperti BYD justru melesat cepat. CEO BYD, Wang Chuanfu, baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaannya akan menggeser Toyota sebagai produsen mobil nomor satu dunia dalam lima tahun ke depan. Waktu akan membuktikan apakah langkah Toyota ini adalah strategi jitu atau justru ketertinggalan.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks