Pencarian

Microsoft Diam-diam Hadirkan Fitur Low Latency Profile di Windows 11, PC Tua Bisa Terbang Lagi

Kamis, 18 Juni 2026 • 01:33:01 WIB
Microsoft Diam-diam Hadirkan Fitur Low Latency Profile di Windows 11, PC Tua Bisa Terbang Lagi
Microsoft meluncurkan fitur Low Latency Profile pada pembaruan Windows 11 KB5094126 untuk meningkatkan responsivitas PC.

Pembaruan dengan kode KB5094126 ini menyasar dua varian utama Windows 11: versi 24H2 dan 25H2. Setelah menginstalnya, nomor build perangkat akan berubah menjadi 26100.8655 (24H2) atau 26200.8655 (25H2). Pengguna bisa mengeceknya lewat menu Settings > System > About.

Yang menarik, Microsoft tidak mengumbar fitur ini secara besar-besaran. Padahal, dampaknya cukup signifikan — terutama bagi pemilik PC yang usianya sudah beberapa tahun. Dalam pengujian yang dilakukan oleh tim teknis, perbedaan sebelum dan sesudah pembaruan terasa langsung, bahkan pada mesin dengan spesifikasi tinggi sekalipun.

Bagaimana Low Latency Profile Bekerja di Balik Layar?

Alih-alih mengubah arsitektur sistem secara drastis, Microsoft memilih pendekatan cerdas: mengatur ulang cara prosesor memacu kecepatan clock-nya. Saat pengguna meluncurkan aplikasi atau mengklik kanan untuk membuka menu konteks, Low Latency Profile langsung memerintahkan CPU untuk melesat ke kecepatan maksimum dalam beberapa detik, lalu kembali ke kecepatan normal setelahnya.

Efeknya bisa diamati langsung lewat Task Manager. Grafik penggunaan CPU akan menunjukkan lonjakan tajam setiap kali pengguna melakukan interaksi tertentu. Untuk pemantauan lebih detail, aplikasi pihak ketiga seperti HWiNFO juga bisa digunakan.

Sebelum pembaruan, aksi sederhana seperti membuka File Explorer atau mengakses menu klik kanan terasa berat — kotak aplikasi muncul lebih dulu, baru kontennya menyusul beberapa saat kemudian. Setelah pembaruan, transisi itu terasa jauh lebih mulus.

Fitur Ini Belum Bisa Dimatikan, Efek ke Baterai Masih Misteri

Satu catatan penting: Microsoft belum menyediakan tombol untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini secara manual. Pengguna tidak bisa memilih untuk mematikannya jika dirasa kurang sesuai dengan kebutuhan. Konsekuensinya, terutama bagi pengguna laptop, masih menjadi tanda tanya besar.

Belum ada data resmi mengenai seberapa besar dampak Low Latency Profile terhadap konsumsi baterai. Logikanya, memaksa prosesor bekerja pada kecepatan puncak secara sporadis bisa menguras daya lebih cepat. Namun, karena lonjakan hanya berlangsung beberapa detik setiap kali ada aksi, efeknya mungkin tidak separah yang dibayangkan.

Bagi pengguna yang memakai PC untuk bermain game, Microsoft juga menyarankan untuk mengaktifkan performance mode di pengaturan sistem guna memaksimalkan manfaat dari pembaruan ini.

Langkah Kecil yang Berdampak Besar untuk Pengguna Lama

Di pasar Indonesia, di mana banyak pengguna masih bertahan dengan perangkat generasi Intel ke-7 atau ke-8, fitur semacam ini bisa menjadi penyelamat. Alih-alih harus merogoh kocek untuk upgrade hardware, pembaruan perangkat lunak yang gratis dan mudah diakses justru bisa memperpanjang usia pakai komputer.

Pembaruan KB5094126 saat ini sudah mulai digulirkan secara bertahap. Jika belum muncul di menu Windows Update, pengguna disarankan bersabar — Microsoft biasanya menyebarkan pembaruan dalam gelombang untuk menghindari gangguan massal.

Bagikan
Sumber: slashgear.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks