SAMPIT — Tumpukan sampah plastik dan berbagai limbah di pesisir Pantai Ujung Pandaran jadi sasaran utama aksi bersih-bersih yang digelar Kamis lalu. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi juga Damkar, BPBD, Dispora, hingga Puskesmas Teluk Sampit dan Pemerintah Desa Ujung Pandaran. Kehadiran para pelajar SD dalam aksi ini menjadi perhatian khusus karena dianggap sebagai investasi edukasi lingkungan sejak dini.
Edukasi Langsung ke Pelaku UMKM dan Pengelola Wisata
Dalam kesempatan itu, Irawati tak sekadar turun tangan memungut sampah. Ia juga memberikan arahan langsung kepada para pengelola wisata dan pelaku UMKM di sekitar Pantai Ujung Pandaran. Mereka diminta untuk menyediakan tempat sampah yang memadai dan bertanggung jawab penuh atas kebersihan lingkungan usahanya.
“Kebersihan kawasan wisata akan berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung dan keberlangsungan sektor pariwisata daerah,” ujar Irawati dalam keterangannya di Sampit.
Pantai Ujung Pandaran: Antara Ekonomi dan Ekologi
Pantai Ujung Pandaran bukan sekadar destinasi wisata unggulan Kotim. Wakil Bupati menegaskan kawasan ini memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberlanjutannya harus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan generasi mendatang.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membersihkan sampah yang mencemari lingkungan pesisir, tetapi juga mengirimkan pesan kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari budaya hidup,” tegasnya.
Langkah Kecil yang Dimulai dari Rumah
Irawati mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana namun berdampak besar. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan memilah sampah dari sumbernya, hingga tidak membuang sampah sembarangan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam aksi ini, menurutnya, menjadi contoh nyata bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
“Saya berharap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan di masa mendatang,” ucapnya.
Komitmen Pemkab Kotim Butuh Sinergi Semua Pihak
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Namun, Irawati mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam mewujudkan Kotim yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” demikian Irawati.