Google mengumumkan tiga fitur baru untuk sistem operasi Android yang fokus pada kebutuhan pengguna saat bepergian. Dalam pernyataan resminya, raksasa teknologi asal Mountain View itu menyebut fitur-fitur ini sebagai jawaban atas keluhan umum wisatawan modern: sinyal hilang, baterai habis, dan jadwal yang berantakan. Meski diumumkan menjelang musim panas di belahan bumi utara, fitur-fitur ini tetap relevan bagi pengguna Indonesia yang gemar traveling domestik maupun internasional.
Offline Maps yang Lebih Pintar dan Otomatis
Fitur pertama adalah peningkatan pada Google Maps offline. Kini, pengguna bisa mengunduh area tertentu secara otomatis berdasarkan kalender dan jadwal perjalanan mereka.
Sistem akan mendeteksi jika Anda akan bepergian ke daerah dengan koneksi internet buruk, lalu menawarkan unduhan peta secara proaktif. Ini berbeda dari versi sebelumnya yang mengharuskan pengguna mengunduh secara manual. Bagi wisatawan Indonesia yang sering ke pegunungan atau daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), fitur ini bisa menjadi penyelamat.
Mode Pesawat Tak Lagi Berarti Putus Total
Fitur kedua memperbarui cara kerja Mode Pesawat. Android kini mengizinkan pengguna untuk tetap mengaktifkan Bluetooth dan Wi-Fi secara selektif saat mode pesawat menyala.
Ini berarti Anda bisa tetap terhubung ke headset nirkabel atau berbagi file dengan perangkat lain tanpa harus menonaktifkan mode pesawat. Skenario paling berguna: saat di pesawat, Anda bisa mendengarkan podcast dari ponsel ke earphone Bluetooth tanpa harus melanggar aturan sinyal seluler. Google menyebut fitur ini hasil dari permintaan pengguna yang paling sering disuarakan dalam forum pengembang.
Baterai Lebih Awet dengan Adaptive Charging yang Lebih Agresif
Fitur ketiga adalah penyempurnaan pada sistem pengisian daya adaptif. Google mengklaim fitur ini kini bisa mempelajari rutinitas pengguna dengan lebih akurat.
Jika ponsel mendeteksi Anda akan tidur dalam waktu lama—misalnya di hotel setelah seharian jalan-jalan—sistem akan memperlambat pengisian daya di malam hari hingga mencapai 100% tepat sebelum Anda bangun. Teknik ini memperpanjang umur baterai jangka panjang. Android sebelumnya sudah memiliki fitur serupa, tetapi versi terbaru ini diklaim 30% lebih presisi dalam memprediksi waktu bangun pengguna.
Kapan Tersedia untuk Pengguna Indonesia?
Google belum memberikan tanggal rilis pasti untuk wilayah Asia Tenggara. Namun, fitur-fitur ini sudah mulai digulirkan melalui Google Play Services untuk perangkat Android 12 ke atas.
Pengguna di Indonesia bisa mengecek pembaruan sistem di menu Settings > System > System Update. Perlu dicatat, beberapa fitur mungkin memerlukan perangkat keras tertentu, seperti chip pengisian daya yang mendukung Adaptive Charging. Google memastikan tidak ada biaya tambahan untuk fitur-fitur ini karena semuanya merupakan bagian dari pembaruan sistem operasi standar.