KALIMANTAN TENGAH — BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 7.55° Lintang Selatan dan 110.89° Bujur Timur. Kedalaman hiposenter mencapai 15 kilometer, masuk kategori gempa dangkal yang biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di daratan Jawa Tengah bagian selatan.
“Gempa Mag:2.4, 17-Jun-2026 06:47:05WIB, Lok:7.55LS, 110.89BT (4 km BaratLaut KARANGANYAR-JATENG), Kedlmn:15 Km,” demikian keterangan resmi BMKG yang diterima redaksi, Rabu (17/6/2026).
Belum Ada Laporan Kerusakan, BMKG Beri Peringatan Data Awal
Hingga pukul 07.30 WIB, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut. Kekuatan yang rendah dan kedalaman yang tergolong dangkal membuat guncangan hanya terasa di sekitar pusat gempa, terutama di Kecamatan Karanganyar Kota dan sekitarnya.
BMKG mengingatkan bahwa informasi yang dirilis merupakan hasil pengolahan data cepat. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Karanganyar dan Ancaman Gempa Sesar Aktif
Wilayah Karanganyar berada di zona seismik aktif akibat pengaruh Sesar Opak dan sesar-sesar minor di lereng Gunung Lawu. Gempa dangkal dengan magnitudo kecil kerap terjadi di kawasan ini dan jarang menimbulkan kerusakan signifikan. BMKG tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Data BMKG menunjukkan bahwa dalam sepekan terakhir, setidaknya terjadi tiga kali gempa mikro di Jawa Tengah dengan magnitudo di bawah 3,0. Gempa di Karanganyar pagi ini menjadi yang terbesar di antara kejadian tersebut.
Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG memastikan akan memperbarui data jika ada perubahan parameter gempa atau dampak yang dilaporkan kemudian hari.