Pencarian

Tim UGM-UPN Tutup Investigasi Api Misterius di Sleman, Tak Temukan Kaitan dengan Gas Alam

Senin, 15 Juni 2026 • 22:28:01 WIB
Tim UGM-UPN Tutup Investigasi Api Misterius di Sleman, Tak Temukan Kaitan dengan Gas Alam
Tim UGM dan UPN menutup investigasi kebakaran di Sleman tanpa menemukan kaitan dengan gas alam.

KALIMANTAN TENGAH — Kesimpulan itu disampaikan langsung oleh ketua tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta, Basuki Rahmat, di Pemkab Sleman, Senin (16/6). Ia menegaskan bahwa timnya telah melakukan serangkaian kajian geologi permukaan dan geofisika, termasuk pengamatan terhadap gelembung gas yang muncul di Sungai Nepen, sekitar 250-300 meter dari lokasi kebakaran.

Gelembung Gas di Sungai Terbukti Bukan Pemicu Api

"Kami mengerucut menyimpulkan tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang kami temukan di Sungai Nepen," kata Basuki. Tim menemukan singkapan batuan lempung gelap yang sempat diduga sebagai indikasi sumber gas, namun pengujian sederhana menunjukkan gas dari gelembung tersebut tidak bersifat mudah terbakar.

Meskipun data bawah permukaan menggunakan metode geolistrik dan geomagnet mengonfirmasi keberadaan sejumlah patahan dan rekahan batuan di bawah kawasan itu, integrasi data tidak mendukung dugaan awal. "Kami resmi menutup (penelitian), tidak ada hubungan," pungkas Basuki.

Resin PVC Terdeteksi di Residu, Bukan Gas Hidrogen

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM yang lebih dulu menuntaskan penelitiannya juga mengubah kesimpulan awal. Sebelumnya, tim menduga gas hidrogen (H2) atau gas fosfin (PH3) sebagai pemicu, namun hasil akhir membantah dugaan tersebut.

Koordinator PKPE, Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa berdasarkan prinsip segitiga api, medan elektromagnetik di lokasi terukur pada level aman. "Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai); tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," ujarnya di Fakultas Teknik UGM, Sabtu (13/6).

Alih-alih gas alam, tim justru menemukan residu resin poly vinyl chloride (PVC) pada sampel dari dinding keramik dan kayu di rumah Fia. Menurut Alva, PVC yang terbakar akan menghasilkan gas Hidrogen Klorida, yang bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor karena fenomena cross sensitivity. Temuan ini mengindikasikan api tidak muncul secara spontan, melainkan berasal dari benda yang mengandung pelarut seperti lem atau cat.

Penelitian Dinyatakan Tuntas, Hasil Diserahkan ke BPBD

Alva menegaskan bahwa timnya telah menuntaskan penelitian dan menyerahkan hasil akhir kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. "Tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar," tegasnya.

Dengan ditutupnya investigasi oleh dua tim independen dari UGM dan UPN, fenomena teror api misterius yang sempat meresahkan warga Sleman itu kini memasuki babak baru. Pemerintah daerah dan BPBD diharapkan dapat merumuskan langkah lanjutan berdasarkan temuan yang ada, meski penyebab pasti pemicu awal kebakaran masih belum terungkap secara ilmiah.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks