PULANG PISAU — Harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer di Pulang Pisau dinilai sudah tidak masuk akal. Padahal, HET yang berlaku seharusnya berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp22 ribu per tabung.
Berapa Harga yang Beredar di Lapangan?
Yoppy Satriadi menyebutkan, banyak warga yang mengeluhkan harga jual jauh di atas batas wajar. “Harga elpiji seharusnya sekitar Rp17 ribu sampai Rp22 ribu per tabung dan tidak boleh dijual melebihi harga tersebut,” kata Yoppy di Pulang Pisau, Selasa.
Ia menegaskan bahwa elpiji 3 kg adalah barang subsidi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika harga sudah tidak terkendali, maka beban justru jatuh ke kelompok yang paling membutuhkan.
Sidak dan Pemanggilan Pangkalan Jadi Opsi
DPRD tidak tinggal diam. Yoppy mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disperindagkop dan UKM untuk mencari akar masalah kenaikan harga ini. Jika ditemukan praktik curang, DPRD siap memanggil agen dan pengelola pangkalan.
“Jadi kita pastikan dulu sebelum memanggil pihak pangkalan maupun agen, siapa tau itu cuma oknum yang bekerja di lapangan,” ujarnya.
Selain pemanggilan, DPRD juga meminta dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara bersama-sama. Sidak ini penting untuk mengecek langsung stok, harga jual, dan mekanisme penyaluran elpiji di tingkat bawah.
Apa Langkah Selanjutnya?
Melalui sidak dan koordinasi tersebut, DPRD berharap bisa mengidentifikasi kendala dalam rantai distribusi. Sekaligus menindak tegas dugaan kenaikan harga yang merugikan warga.
Yoppy menambahkan, pengawasan ini merupakan bentuk komitmen DPRD agar subsidi elpiji benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak, bukan menjadi komoditas yang dipermainkan oleh oknum di lapangan.