PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengajak seluruh pihak untuk memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai pengingat bahwa hutan adalah warisan yang dipinjam dari generasi mendatang.
Pesan untuk Generasi Mendatang
“Hutan bukan milik kita semata. Hutan adalah warisan yang kita pinjam dari generasi yang belum lahir,” ucap Agustan dalam pernyataannya, Jumat (5/6/2026).
Pesan itu ia sampaikan di tengah desakan pembangunan ekonomi yang terus berjalan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, aktivitas ekonomi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan ekosistem hutan.
Tiga Pilar Pengelolaan Hutan
Agustan menyebut ada tiga pilar utama yang menjadi fokus kerja Dinas Kehutanan setiap hari. Pertama, pengawasan perizinan. Kedua, pengendalian perubahan kawasan hutan. Ketiga, pemberdayaan masyarakat melalui program Perhutanan Sosial.
“Kami di Dinas Kehutanan bertugas memastikan bahwa roda ekonomi itu tidak berputar di atas kehancuran ekosistem,” tegasnya.
Hutan Sehat Jadi Prasyarat Visi Gubernur
Visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mengusung jargon Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera, menurut Agustan, tidak bisa dicapai dengan mengorbankan hutan. Justru sebaliknya.
“Justru hutan yang sehat adalah prasyarat agar ketiga kata itu bisa menjadi kenyataan, bukan sekadar slogan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa peringatan tahun ini menjadi momen untuk memperkuat komitmen kolektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Tanpa kolaborasi, target pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah sulit terwujud.