PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung aksi korvei dan bersih-bersih lingkungan di kawasan Pasar Kahayan dan sekitarnya pada Sabtu pagi. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng.
Gotong Royong Bukan Sekadar Seremonial
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar acara tahunan. “Kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan fondasi utama kesejahteraan masyarakat. Aksi gotong royong hari ini adalah wujud tanggung jawab bersama untuk mewariskan lingkungan yang bersih dan lestari bagi generasi mendatang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Linae, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat ada peringatan.
Telekonferensi dengan Presiden: Lingkungan sebagai Fondasi Pembangunan
Usai aksi korvei, jajaran Pemprov Kalteng mengikuti telekonferensi nasional bersama Presiden Republik Indonesia. Dalam arahan tersebut, pemerintah pusat menekankan bahwa ketahanan pangan, air, dan energi sangat bergantung pada kualitas lingkungan yang terjaga.
Presiden juga menyoroti perlunya langkah konkret dalam pemulihan ekosistem, seperti membersihkan sungai, mengurangi pencemaran, dan mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Pesan ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalteng yang terus mendorong program pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, dan penghijauan.
Target: Dari Pasar ke Permukiman Warga
DLH Provinsi Kalimantan Tengah berharap momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan pasar, lingkungan permukiman, sungai, dan ruang publik diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
“Kami ingin kebersihan tidak hanya terlihat di kawasan protokol, tetapi juga di pasar tradisional dan pemukiman padat penduduk,” kata perwakilan DLH dalam sambutannya. Pasar Kahayan dipilih karena menjadi pusat aktivitas ekonomi warga yang membutuhkan perhatian ekstra dalam pengelolaan sampah.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Kalimantan Tengah diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.