PALANGKA RAYA — Klarifikasi itu disampaikan Budi melalui keterangan tertulis di akun Instagram resminya. Ia menegaskan tidak merasakan sesak sedikit pun ketika foto tersebut diambil saat kunjungan kerja di Kalimantan Tengah.
"Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu," tulis Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulisnya.
Kunjungan Menkes ke Palangka Raya berfokus pada peninjauan kesiapan fasilitas kesehatan darurat. Pemerintah bersama lembaga kemanusiaan menyiagakan dua sarana utama: Rumah Oksigen dan Bus Oksigen Keliling.
Salah satu fasilitas yang ditinjau adalah Rumah Oksigen yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Fasilitas ini dilengkapi sistem penyaringan udara High-Efficiency Particulate Air (HEPA filter) agar udara di dalam ruangan tetap bersih dari partikel asap berbahaya.
Warga yang mulai merasakan dampak paparan asap bisa langsung mendatangi posko tersebut. Tim medis yang bertugas akan memberikan perawatan serta pemantauan intensif.
"Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat," imbau Menkes Budi.
Selain fasilitas stasioner, disiagakan Bus Oksigen Keliling yang dirancang menjangkau warga yang sulit datang langsung ke posko. Armada bergerak ini dinilai krusial bagi para relawan pemadam kebakaran yang bertaruh nyawa di garis depan.
Polusi asap pekat di lokasi kebakaran kerap membuat kondisi petugas memburuk drastis. Saturasi oksigen tubuh mereka bisa merosot hingga di bawah 90 persen.
Menkes mengingatkan masyarakat dan petugas lapangan agar tidak meremehkan gangguan pernapasan sekecil apa pun. Ia meminta warga segera mencari bantuan begitu gejala sesak muncul.
"Jangan tunggu sampai parah, kalau ada yang mengeluh sesak, langsung arahkan ke fasilitas oksigen terdekat!" tegasnya.
Pemerintah daerah bersama elemen relawan dan instansi terkait terus memperketat langkah mitigasi kesehatan. Koordinasi lintas sektor digencarkan agar penanganan warga terdampak polusi udara berjalan cepat dan merata.
Langkah tersebut menyasar pencegahan komplikasi saluran pernapasan yang lebih serius. Penanganan dini dinilai menentukan kondisi warga di tengah situasi kabut asap karhutla yang belum sepenuhnya surut.