BUNTOK — Kepastian anggaran itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan definitif, Ita Minarni, usai pelantikannya pada Selasa (20/10/2026). Menurut Ita, nilai Rp 115 miliar sudah resmi masuk dalam DIPA Kemenkes dan akan dipakai membangun rumah sakit menjadi tiga tingkat mulai tahun depan.
Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok menjadi gedung tiga lantai diharapkan memperlengkap fasilitas medis dan menambah kapasitas ruang perawatan. Mutu layanan kesehatan masyarakat Barsel juga ditargetkan ikut terangkat.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap, warga tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk sejumlah penanganan tertentu. Selama ini rujukan keluar daerah menjadi beban tersendiri bagi pasien dan keluarganya.
"Alhamdulillah sudah masuk di DIPA Kemenkes kemarin sebesar Rp 115 Miliar. Dana ini rencananya akan membangun rumah sakit kita menjadi tiga tingkat mulai tahun depan," terang Ita Minarni.
Selain sektor kesehatan, pemerintah pusat memberi perhatian besar pada konektivitas wilayah Barito Selatan. Dukungan itu diwujudkan lewat rencana pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan daerah.
Agar pelaksanaannya efektif dan efisien, pengerjaan jalan dirancang melalui sinergi antara Pemerintah Daerah Barsel dan jajaran TNI. Dua aliran anggaran APBN ini diproyeksikan menjadi pendorong utama percepatan pembangunan daerah.
Pemkab Barsel juga bergerak menangani warga yang terkena musibah kebakaran dan tanah longsor. Program bantuan perumahan disiapkan dengan pendanaan dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan rumah bantuan mengedepankan kearifan lokal melalui mekanisme gotong royong dan swadaya masyarakat. Pendekatan itu dipilih agar bantuan tetap melibatkan warga sekitar.
"Untuk pembangunan rumah warga kita yang terbakar dan terdampak longsor akan dilaksanakan swadaya bersama masyarakat. Kami harap dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat," tegas Ita Minarni.
Langkah terpadu Pemkab Barsel mencakup modernisasi RSUD Jaraga Sasameh, peningkatan infrastruktur jalan, hingga tanggap kebencanaan. Pengerjaan fisik RSUD dijadwalkan mulai awal 2027, sementara bantuan rumah warga berjalan melalui APBD Perubahan 2026.