KOTAWARINGIN TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan mengerahkan upaya pemadaman di sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan, yakni Desa Ganepo, Kelurahan Mentaya Seberang, Desa Hanaut, dan Desa Satiruk.
Karakter lahan gambut di wilayah itu membuat api tidak hanya membakar permukaan, tetapi menjalar hingga ke lapisan tanah di bawahnya. Kondisi tersebut memaksa petugas melakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh agar bara api tidak kembali menyala.
Pada lahan gambut, titik api kerap tersembunyi di bawah permukaan. Petugas tidak bisa hanya menyiram bagian atas lahan yang terlihat terbakar, karena bara di lapisan dalam bisa bertahan lama dan memicu kebakaran baru saat kondisi mengering.
Karena itu, proses pendinginan menjadi bagian yang sama pentingnya dengan pemadaman awal. Tanpa pendinginan menyeluruh, upaya pemadaman di permukaan berisiko sia-sia karena api dapat muncul kembali dari bawah tanah.
Untuk membantu penanganan, petugas menggunakan formula X-Fire yang dikembangkan Polda Kalimantan Tengah. Formula tersebut dipakai untuk membantu pemadaman dan pendinginan lahan gambut dengan kebutuhan air yang lebih sedikit.
Penggunaan formula ini diharapkan mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Efisiensi air menjadi penting mengingat medan gambut yang luas dan sulit dijangkau dengan pasokan air terbatas.
Sejumlah titik yang menjadi fokus penanganan berada di Desa Ganepo, Kelurahan Mentaya Seberang, Desa Hanaut, dan Desa Satiruk. Keempat wilayah itu menjadi prioritas petugas gabungan dalam upaya pemadaman dan pendinginan.
Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran di titik-titik tersebut. Penanganan di lapangan dilakukan menyeluruh agar bara api di lahan gambut tidak kembali menyala dan memperluas area terbakar.