Ekonomi Malaysia Tumbuh 6 Persen di Kuartal II 2026, Ekspor dan Belanja Rumah Tangga Jadi Penopang

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:51:31 WIB
Pertumbuhan ekonomi Malaysia kuartal II/2026 tercatat 6 persen, ditopang ekspor dan belanja rumah tangga.

KALIMANTAN TENGAH — Angka pertumbuhan kuartal II/2026 ini lebih tinggi dibanding ekspansi 5,4 persen pada kuartal sebelumnya. Departemen Statistik dan BNM mencatat, hampir semua sektor menunjukkan kinerja positif, kecuali pertanian yang masih terkoreksi.

Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour menyebut permintaan domestik tetap tangguh, didorong belanja rumah tangga dan aktivitas investasi. "Permintaan komersial diperkirakan akan tetap tangguh," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (14/8/2026).

Inflasi Terkendali, Suku Bunga Stabil

Bank sentral Malaysia mempertahankan suku bunga acuan dalam enam pertemuan kebijakan berturut-turut. Langkah ini ditempuh di tengah inflasi yang terkendali, meski harga komoditas global berpotensi menekan harga-harga.

Abdul Rasheed menambahkan, inflasi tahun ini diperkirakan tetap terjaga berkat subsidi bahan bakar dan bantuan pemerintah lainnya. Ia menilai sikap kebijakan moneter saat ini "tepat dan konsisten dengan prospek stabilitas harga yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi yang lestari."

Indonesia Ekspor Beras Perdana ke Malaysia

Di tengah momentum pertumbuhan ekonomi Malaysia, Indonesia membuka peluang pasar baru. Pemerintah mengirimkan 1.000 ton beras premium ke Sarawak, Malaysia, pada Sabtu (15/8/2026). Pengiriman perdana ini dilakukan setelah Indonesia mencapai swasembada beras.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, stok beras di Bulog mencapai 5,2 juta ton, bahkan surplus 2 juta ton. "Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," katanya dalam keterangan tertulis.

Keputusan membuka keran ekspor diambil setelah pemerintah memastikan kebutuhan domestik aman. Produksi beras nasional 2026 diperkirakan lebih tinggi dibanding 2025 berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS).

Nilai Perdagangan Berpotensi Capai Rp 3,39 Triliun

Beras premium yang diekspor dihargai sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp 17.000 per kilogram. Kebutuhan beras Sarawak sendiri mencapai 200.000 ton per tahun, sementara total kebutuhan Malaysia mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton per tahun.

Amran menyebut, kerja sama ini telah dibahas dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. "Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia," katanya.

Jika volume ekspor mencapai 200.000 ton, nilai perdagangan diperkirakan tembus Rp 3,39 triliun. Amran menilai, terbukanya pasar ekspor ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor," tegasnya.

Pengiriman tahap awal dilakukan secara bertahap, dengan target 1.000 ton diberangkatkan dalam pekan ini. Pemerintah Malaysia membuka peluang peningkatan volume pasokan dari Indonesia seiring kebutuhan pasar yang terus tumbuh.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top