Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin memberikan materi pada penutupan Mapaba dan PKD II PC PMII Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun. Dalam sesi itu ia menegaskan kader PMII tidak boleh sekadar menjadi penonton, melainkan harus tampil sebagai motor penggerak perubahan.
PANGKALAN BUN — Wakil Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin mengisi materi pada rangkaian penutupan masa penerimaan anggota baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) II PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kotawaringin Barat. Acara berlangsung di gedung PC NU di kabupaten setempat, Minggu, dan diikuti puluhan kader muda.
Kehadiran Rahmanto disebut sebagai penyuntik semangat bagi peserta melalui orasi kepemimpinan yang strategis dan membakar motivasi. Ia juga merupakan pembina Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Tengah.
PMII Dinilai Punya Posisi Strategis Bentuk Karakter Generasi Muda
Dalam paparannya, Rahmanto menyoroti peran organisasi dalam membentuk karakter pemuda. Menurutnya, PMII memiliki posisi strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi berbagai kompleksitas zaman.
"PMII memiliki posisi yang strategis sebagai organisasi untuk membentuk karakter generasi muda agar matang dalam berorganisasi dan siap menghadapi berbagai kompleksitas zaman," kata Rahmanto.
Ia mendorong kader PMII bertransformasi menjadi pabrik pencetak figur pemimpin yang berintegritas tinggi dan peka terhadap dinamika pembangunan daerah.
Kader Diminta Tidak Jadi Penonton, tapi Motor Penggerak Perubahan
Rahmanto menegaskan posisi kader di tengah masyarakat. Menurutnya, kader tidak cukup hanya mengikuti organisasi tanpa kontribusi nyata.
"Kader PMII tidak boleh sekedar menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan yang memiliki integritas moral dan intelektual tinggi," tegas Rahmanto.
Ketua DPW PKB Kalteng ini mengakui tantangan pemuda saat ini jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya. Ia mendorong peserta terus mengasah kapasitas diri, memperluas wawasan kebangsaan, dan memperkaya sudut pandang selama menempuh proses di PMII.
Fondasi Kepemimpinan Dibentuk Lewat Proses Panjang
Rahmanto menilai kepemimpinan yang kokoh tidak lahir dalam semalam. Menurutnya, ketekunan, loyalitas tanpa batas, dan kedisiplinan dalam berorganisasi menjadi resep utama menempa mental pemimpin masa depan yang tahan banting.
"Pemuda dan kader PMII merupakan calon pemimpin masa depan yang wajib mengawal kemajuan daerah dan membawa bangsa ini menuju kejayaan karena estafet kepemimpinan bangsa kelak berada di pundak pemuda saat ini," jelasnya.
Ia menambahkan visi kepemimpinan yang ditanamkan kepada kader tidak boleh berhenti pada tataran teori atau retorika. Orientasi utama setiap kader harus bermuara pada kontribusi nyata yang dirasakan langsung masyarakat di bumi Kalimantan Tengah.
Harapan untuk Alumni Mapaba dan PKD II
Mengakhiri sesi pembekalan, Rahmanto menitipkan harapan kepada para alumni Mapaba dan PKD II. Ia meminta nilai-nilai perjuangan PMII senantiasa dihayati dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan begitu, kehadiran mereka diharapkan benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.