Pencarian

Fundamental Kuat dan Transformasi BUMN Sokong Prospek Kinerja JSMR

Jumat, 18 September 2026 • 11:52:01 WIB
Fundamental Kuat dan Transformasi BUMN Sokong Prospek Kinerja JSMR

KALIMANTAN TENGAHPT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan usaha Rp10,31 triliun pada Semester I/2026, naik 7,6% secara tahunan. Kinerja operasional yang solid ini menjadi fondasi bagi prospek perseroan, ditambah agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio oleh Danantara yang dinilai memperkaya cerita investasi JSMR jangka menengah.

Pendapatan tol menjadi motor utama dengan kontribusi Rp9,5 triliun, tumbuh 6,8% year on year (yoy). Sementara pendapatan usaha lain melonjak 17,6% yoy menjadi Rp798,2 miliar. EBITDA perseroan tercatat Rp6,99 triliun atau naik 8,1% yoy, dengan margin EBITDA menguat ke level 67,8%.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% yoy. Meski pertumbuhan laba lebih moderat dibandingkan pendapatan, struktur biaya dan pendanaan perseroan dinilai tetap terkendali.

Struktur Pendanaan Masih Beri Ruang Ekspansi

Gearing Ratio JSMR berada di level 1,2 kali. Interest Coverage Ratio (ICR) justru tumbuh menjadi 3,9 kali, menunjukkan kapasitas perseroan menutup kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang investasi.

Karakter bisnis jalan tol yang padat modal dan berjangka panjang membuat kemampuan menghasilkan EBITDA dan arus kas menjadi indikator penting bagi investor. Dua pos itu dinilai lebih menentukan kualitas pertumbuhan dibandingkan sekadar pencapaian laba bersih periodik.

Indikator yang Dipantau Investor

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menyebut sejumlah aspek yang membuat prospek JSMR tetap menarik. Kinerja operasional, perkembangan lalu lintas, kontribusi ruas baru, struktur biaya dan pendanaan, hingga perkembangan proyek strategis masuk dalam radar evaluasi investor.

"Pada saat yang sama, agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio oleh Danantara dapat menjadi faktor strategis yang memperkaya investment story JSMR dalam jangka menengah," kata Reza.

Reza menambahkan, prospek perseroan tidak hanya ditentukan oleh laba bersih. Kemampuan menjaga bisnis inti jalan tol menjadi kunci.

"Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis, dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia," ujarnya.

Ruas Baru dan Proyek Strategis Jadi Katalis

Kontribusi ruas tol baru menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan pendapatan ke depan. Pembangunan Tol Yogya-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen misalnya, sudah mencapai 98,68% dan ditargetkan beroperasi akhir 2026.

Proyek strategis lain dalam pipeline JSMR turut menjadi perhatian pasar. Setiap ruas yang rampung beroperasi berpotensi menambah volume lalu lintas dan memperkuat pendapatan tol berulang.

Optimalisasi Portofolio di Ekosistem BUMN

Agenda transformasi BUMN dan langkah optimalisasi portofolio oleh Danantara disebut dapat menjadi faktor strategis jangka menengah. Skema ini berpotensi membuka opsi monetisasi aset, termasuk pelepasan sebagian kepemilikan ruas tol yang sudah matang.

Bagi investor, kombinasi fundamental operasional yang solid, pipeline proyek yang berjalan, dan opsi optimalisasi aset membuat JSMR tetap masuk radar sektor infrastruktur. Perhatian berikutnya tertuju pada realisasi pertumbuhan lalu lintas dan kontribusi ruas baru pada semester kedua 2026.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks