PALANGKA RAYA — Laporan Harian SIRINE Pos Komando Darurat Bencana Karhutla per 18 September 2026 mencatat 91.342 kasus ISPA terakumulasi di seluruh Kalimantan Tengah. Kasus diare juga menembus 22.533 kasus, menambah beban pelayanan kesehatan di tengah bencana asap yang belum surut.
Lonjakan terjadi cepat. Pada pekan kedua September 2026 saja, tercatat tambahan 5.512 kasus ISPA. Sementara kasus diare pada pekan pertama September mencapai 1.052 kasus.
Kualitas Udara di Gunung Mas Capai 423, Murung Raya 409
Pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada 17 September 2026 menunjukkan kualitas udara buruk di sejumlah daerah. Kabupaten Gunung Mas berada di angka 423 dan Murung Raya 409, dengan parameter kritis PM2,5.
Di Palangka Raya, stasiun Mobile AQMS BPBD Kalteng mencatat angka 251. Kelompok rentan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap.
Kabut asap turut memangkas jarak pandang. Data BMKG pada pukul 15.00 WIB menunjukkan seluruh wilayah pantauan berada dalam kondisi berasap.
Jarak Pandang di Buntok dan Muara Teweh Tinggal 200 Meter
Kondisi terparah tercatat di Buntok dan Muara Teweh dengan jarak pandang sekitar 0,2 kilometer atau 200 meter. Sampit mencapai 0,5 kilometer, Palangka Raya 0,7 kilometer, dan Pangkalan Bun 1,5 kilometer.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan masyarakat, terutama menghadapi dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.
"Kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan layanan yang dibutuhkan di tengah kondisi seperti ini," kata Agustiar, Minggu (20/9/2026).
169 Rumah Oksigen dan PJJ di Sembilan Kabupaten/Kota
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, pemerintah telah menyiapkan 169 lokasi rumah oksigen yang tersebar di sejumlah wilayah. Sembilan kabupaten/kota juga telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak kabut asap.
"Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, pemerintah telah menyiapkan 169 lokasi rumah oksigen yang tersebar di sejumlah wilayah. Selain itu, sembilan kabupaten/kota juga telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak kabut asap," ujarnya.
Agustiar menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran harus berjalan beriringan dengan langkah perlindungan masyarakat agar dampak asap tidak semakin meluas.