KALIMANTAN TENGAH — Kepastian mundurnya India dari ajang FIFA ASEAN Cup 2026 memaksa FIFA mencari pengganti dalam waktu dekat. Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) menjadi kandidat terdepan setelah Komite Tim Nasional (NCT) dan BFF mencapai kesepakatan untuk berpartisipasi. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, turnamen ini dinilai sebagai panggung pemanasan ideal menuju Piala SAFF 2026.
Alasan Bangladesh Siap Gantikan India
Anggota Komite Eksekutif BFF, Sayed Hasan Kanon, mengonfirmasi kesiapan timnya. Ia menilai level kompetisi di FIFA ASEAN Cup akan memberikan ujian yang lebih berat dibanding lawan-lawan yang biasa mereka hadapi di regional Asia Selatan.
"Kami secara bulat memberikan pendapat untuk ambil bagian dalam Piala FIFA ASEAN sebagai bagian dari persiapan tim Bangladesh menuju Kejuaraan SAFF mendatang," kata Kanon. Bagi Bangladesh, laga uji coba melawan tim Asia Tenggara dianggap sebagai simulasi sempurna untuk menghadapi tekanan turnamen resmi.
Yordania dan Suriah: Lawan Terberat di Atas Kertas
Jika FIFA memilih kandidat lain, Grup A bisa berubah menjadi grup neraka. Yordania, yang baru saja memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, jelas menjadi ancaman terbesar. Pertandingan melawan tim sekelas Yordania akan menjadi uji nyali bagi skuad Garuda untuk mengukur kapasitas mereka di level internasional.
Suriah juga tidak kalah menarik. Dengan mayoritas pemain yang berkarier di liga-liga luar negeri, fisik dan intensitas permainan mereka dipastikan berbeda dari lawan-lawan yang biasa ditemui Timnas Indonesia di Asia Tenggara.
Opsi Lain: Kirgistan, Lebanon, dan Sri Lanka
Kirgistan menawarkan gaya bermain cepat dengan mengandalkan kekuatan fisik. Sementara itu, Lebanon bukan nama asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Kedua tim sempat berbagi skor 0-0 dalam FIFA Matchday September 2025 di Surabaya. Nama Sri Lanka juga belakangan disebut-sebut sebagai kandidat kejutan.
Terlepas dari siapa pun yang resmi ditunjuk, perubahan komposisi ini memastikan persaingan Grup A tidak akan berjalan monoton. Malaysia dan Singapura, dua rival lama Indonesia, juga akan memantau perkembangan ini untuk mengukur kekuatan lawan mereka di babak penyisihan.