Bupati Kobar Ajak Warga Shalat Istisqa di Halaman Kantor Pemkab, Karhutla Kian Meluas dan Gangguan Kesehatan Mulai Terasa

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:38:31 WIB
Ribuan umat Muslim mengikuti shalat Istisqa yang dipimpin Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah di halaman kantor Pemkab Kobar, Selasa (18/8/2026).

PANGKALAN BUN — Ribuan umat Muslim dari berbagai elemen masyarakat mengikuti shalat Istisqa yang dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah di halaman kantor Pemkab Kobar, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar bersama meminta pertolongan Allah SWT di tengah musim kemarau panjang yang memicu meluasnya titik api di wilayah tersebut.

Nurhidayah dalam khutbahnya menegaskan bahwa shalat Istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan, melainkan momentum introspeksi diri atas segala perbuatan yang mungkin menjadi penyebab terganggunya keseimbangan alam.

Dampak Karhutla Rasakan hingga ke Kesehatan Warga

Bupati Kobar mengungkapkan, kondisi kemarau yang berkepanjangan telah membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Ketersediaan air bersih semakin menipis, sementara kabut asap akibat karhutla mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

"Mulai dari ketersediaan air yang berkurang, kebakaran hutan dan lahan yang saat ini sedang kita rasakan, bukan hanya hutan kita yang terbakar. Namun dampak dari karhutla terhadap kesehatan, udara, dan aktivitas masyarakat juga terganggu," ujarnya di hadapan jamaah.

Satgas Karhutla Masih Berjibaku dengan Api

Situasi di lapangan menunjukkan jumlah kasus karhutla di Kabupaten Kobar terus bertambah setiap harinya. Kondisi ini memaksa para petugas Satgas Karhutla untuk terus berjibaku memadamkan api di sejumlah titik, terutama di wilayah yang rawan terbakar.

Menanggapi hal tersebut, Nurhidayah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apapun. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

"Oleh sebab itu, kita sebagai manusia berkewajiban untuk terus berikhtiar, berdoa dan menjaga amanah yang telah diberikan kepada kita," tegasnya.

Harapan Hujan Segera Turun

Di akhir kegiatannya, Bupati Kobar meminta kepada seluruh jamaah yang hadir untuk memanjatkan doa dengan hati yang ikhlas dan tulus. Ia berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama ini segera dijawab oleh Allah SWT.

"Diharapkan dengan doa yang tulus dari masyarakat, Allah segera mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan hari ini, serta hujan segera turun dan memberikan dampak bagi seluruh kehidupan di dunia," demikian Nurhidayah.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Kobar sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari. Kecamatan Arsel dan Kumai menjadi fokus utama penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top