SAMPIT — Beban penanganan karhutla di Kotawaringin Timur (Kotim) terus bertambah. Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut luas area terbakar yang kian meluas tidak sebanding dengan kekuatan personel yang ada, membuat petugas bekerja ekstra tanpa henti di sejumlah lokasi kebakaran.
Kekurangan Personel: Satu Regu Hanya Enam Orang
Irawati menjelaskan, komposisi ideal satu peleton seharusnya berjumlah 21 hingga 12 orang. Namun, kenyataan di lapangan saat ini jauh dari standar tersebut.
“Saat ini titik api bertambah, kita kekurangan personel. Dulunya satu pleton itu 21 sampai 12 orang, sekarang ini satu regu itu enam orang, jadi kekurangan,” ujarnya di Sampit, Selasa (18/8/2026).
Petugas Mulai Tumbang: Darah Tinggi hingga Diare
Keterbatasan jumlah personel diperparah dengan kondisi fisik petugas yang mulai menurun. Setelah berulang kali turun ke lapangan untuk pemadaman, sejumlah petugas dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
“Ada yang sudah darah tinggi, pusing-pusing, diare, tapi karena memang semangat mereka, dikasih obat sebentar turun lagi,” ungkap Irawati.
Meski telah diminta untuk mengatur waktu istirahat secara bergantian, sebagian petugas justru memilih bertahan di lokasi kebakaran. Mereka bertekad menuntaskan api sebelum meluas lebih jauh.
Kaca Piring Darat Dua Hari Tak Kunjung Padam
Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah kawasan Kaca Piring Darat. Irawati menyebut api di wilayah tersebut masih menyala meski upaya pemadaman telah dilakukan selama lebih dari dua hari terakhir.
“Saat ini di Kaca Piring Darat itu sudah dua hari tidak padam-padam dan apinya masih menyala,” jelasnya.
Wakil Bupati Minta Warga Tak Hanya Menonton
Di tengah keterbatasan ini, Irawati menegaskan bahwa penanggulangan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ia meminta masyarakat untuk aktif terlibat membantu pemadaman, terutama jika menemukan titik api di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kotim ini milik kita. Bagaimana kita bisa menghindari atau meredam karhutla itu sendiri, terutama di wilayah kota,” katanya.
“Apabila terjadi karhutla, ayo sama-sama kita turun, sama-sama kita memadamkan karhutla. Karena bukan hanya tugas dari pemadam kebakaran, bukan hanya tugas dari BPBD, tapi tugas kita semua bagaimana menjaga Kotim,” tegasnya.