PULANG PISAU — Kenaikan angka kemiskinan menjadi 4,79 persen pada 2025 membuat Pemkab Pulang Pisau bergerak cepat. Rakor penanggulangan kemiskinan digelar sebagai wadah evaluasi kondisi terkini sekaligus penyusunan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta dan diikuti seluruh pihak terkait. Fokus utamanya mencari solusi bersama agar angka kemiskinan kembali ditekan.
Kemiskinan Naik dari 4,15 Persen ke 4,79 Persen
Data yang dibahas dalam rakor mencatat kenaikan angka kemiskinan Kabupaten Pulang Pisau sepanjang 2025. Sebelumnya berada di 4,15 persen, kini menjadi 4,79 persen.
Kenaikan itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Program dan kebijakan yang ada dinilai perlu dievaluasi agar dampaknya nyata bagi masyarakat.
Rakor 2026 Jadi Momentum Evaluasi Program
Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan kabupaten tahun 2026 digelar sebagai momentum bagi pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait. Agenda utamanya mengevaluasi kondisi kemiskinan sekaligus menyusun langkah penanganan yang lebih tepat dan terarah.
Pemkab berharap hasil rakor menghasilkan langkah konkret dan sinergis. Dengan begitu, upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal dan angka kemiskinan di Pulang Pisau ke depan kembali ditekan.
Wabup: Diskusi Berkelanjutan untuk Langkah Efektif
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menegaskan tujuan utama rakor ini adalah merundingkan langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi persoalan kemiskinan.
"Kita berharap upaya ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya melakukan dan bahan diskusi berkelanjutan sehingga akan ada langkah efektif dan efisien dalam penanganan," ucap Jayadi.
Melalui diskusi dan koordinasi bersama, berbagai pihak diharapkan menemukan jalan keluar serta menentukan upaya yang lebih efektif. Langkah lanjutan pasca-rakor akan menjadi penentu apakah tren kenaikan kemiskinan bisa dibalik pada tahun berikutnya.