Pencarian

Bupati Kotim Halikinnor Buka MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 di Mentaya Hulu, 17 Kecamatan Ikut Berlomba

Minggu, 04 Oktober 2026 • 11:48:01 WIB
Bupati Kotim Halikinnor Buka MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 di Mentaya Hulu, 17 Kecamatan Ikut Berlomba
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor membuka MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 tingkat kabupaten di Kecamatan Mentaya Hulu.

SAMPIT — Pembukaan MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur berlangsung di Kecamatan Mentaya Hulu. Bupati Halikinnor menegaskan bahwa keluhuran nilai ajaran Al-Qur'an sebagai pedoman hidup masyarakat perlu ditumbuhkembangkan lewat proses pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Menurut Halikinnor, MTQ punya peran penting dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan hal itu di hadapan peserta, panitia, dan warga yang hadir pada pembukaan lomba.

Keliru Kalau MTQ Hanya Dipahami sebagai Syiar Keagamaan

Halikinnor menyoroti cara pandang sebagian pihak yang melihat MTQ hanya sebagai agenda seremonial. Ia menilai pemahaman semacam itu tidak cukup menangkap manfaat dan kemaslahatan yang menyertai pelaksanaan MTQ.

"Sungguh sangat keliru apabila pelaksanaan MTQ hanya dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan tanpa mampu memaknai lebih komprehensif nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya," katanya.

Pemahaman itu, lanjut Halikinnor, perlu dibangun dalam pikiran dan nurani masyarakat. Dengan begitu, MTQ bisa menjadi momentum strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Qur'ani.

Peserta dari 17 Kecamatan, Mulai Qari hingga Peserta FSQ

Peserta MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 datang dari 17 kecamatan se-Kabupaten Kotim. Mereka terdiri dari qari dan qariah, hafiz dan hafizah, hingga peserta Festival Seni Qasidah.

Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Mentaya Hulu, panitia pelaksana, dan seluruh masyarakat yang bekerja keras menyukseskan acara. Ia juga menyambut baik kehadiran seluruh peserta yang berlaga di cabang keilmuan Al-Qur'an maupun seni qasidah.

Peringatan untuk Dewan Hakim: Nilai secara Objektif dan Amanah

Dalam kesempatan yang sama, Halikinnor mengingatkan dewan hakim, juri, dan panitera agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, penilaian yang jujur menjadi kunci agar lomba berjalan kredibel.

"Dewan hakim yang hadir merupakan orang-orang yang terpilih berdasarkan kualitas, keilmuan dan pengalaman. Karena itu, penilaian harus dilakukan secara objektif, jujur dan amanah," tegasnya.

Harapan Lahirnya Generasi Qur'ani dari Kotim

Halikinnor berharap MTQ dan FSQ melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya unggul dalam tilawah dan pemahaman Al-Qur'an. Mereka juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kabupaten Kotim selama ini dikenal sebagai daerah dengan kafilah yang cukup diperhitungkan di ajang MTQ dan FSQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Capaian itu tidak lepas dari pembinaan berjenjang yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks