PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk tidak larut dalam pusaran konten negatif yang menyerang dirinya di media sosial. Ia justru memilih untuk memfokuskan diri pada upaya meminimalisir dampak Karhutla yang masih melanda provinsi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Agustiar saat bertemu dengan sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng di Palangka Raya belum lama ini. Menurutnya, kritik yang bersifat konstruktif akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah, sementara konten negatif yang tidak menawarkan solusi tidak perlu diambil pusing.
“Lebih baik saya fokus bagaimana meminimalisir Karhutla dan dampaknya, dan melayani rakyat. Kalau ada kritik yang membangun, itu jadi obat bagi saya untuk bergerak lebih cepat dan lebih baik. Kalau yang negatif-negatif, biarkan saja, jangan diambil pusing,” ujarnya.
Semakin Tinggi Pohon, Semakin Besar Terpaan Anginnya
Sikap tegas Gubernur Kalteng itu mendapat apresiasi dari Sekretaris PWI Kalteng, Ika Lelunu. Ia menilai seorang pemimpin pasti akan menghadapi berbagai respons dan kritik seiring dengan tanggung jawab besar yang diembannya.
“Seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin besar juga terpaan anginnya. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga marwah gubernur kita,” kata Ika.
Ika menambahkan, sejak awal memimpin Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran dikenal memilih pendekatan dengan merangkul berbagai pihak. Pembangunan daerah yang wilayahnya luas dan sarat persoalan membutuhkan keterlibatan banyak elemen masyarakat, bukan kerja sendiri.
Semangat Gotong Royong Kunci Atasi Kabut Asap
Dalam situasi Karhutla dan kabut asap yang masih melanda saat ini, semangat kebersamaan menjadi elemen krusial. Pemerintah, aparat, relawan, dunia usaha, media, dan masyarakat diharapkan bergerak bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan warga.
Bagi Agustiar, menjawab berbagai persoalan daerah tidak dilakukan melalui perdebatan di ruang media sosial. Kerja nyata di lapangan serta upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat merupakan prioritas utama yang lebih bermakna.
Di tengah kepungan kabut asap, harapan yang sama pun disuarakan: agar penanganan Karhutla dapat segera membuahkan hasil dan masyarakat Kalteng kembali menikmati udara yang sehat serta beraktivitas secara normal.