Pencarian

Starlink Pemprov Kalteng di Barsel Masih Terbatas, Anggota DPRD Sebut Masyarakat Umum Belum Bisa Menikmati

Selasa, 08 September 2026 • 16:47:02 WIB
Starlink Pemprov Kalteng di Barsel Masih Terbatas, Anggota DPRD Sebut Masyarakat Umum Belum Bisa Menikmati
Starlink bantuan Pemprov Kalteng di Barito Selatan hanya terpasang di kantor desa dan BPD.

PALANGKA RAYA — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Yetro Midel Yoseph, mengungkapkan bahwa pembagian perangkat Starlink dari Pemprov Kalteng masih terfokus pada fasilitas kantor pemerintahan desa di Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Kondisi ini membuat warga di wilayah pelosok belum bisa mengakses internet secara mandiri.

Hal itu disampaikan Yetro usai melaksanakan kegiatan reses di sejumlah desa di Barsel. Menurut dia, satu desa hanya menerima satu hingga dua unit perangkat, sehingga pemasangannya diarahkan ke kantor kepala desa atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Perangkat Lebih Prioritas untuk Administrasi Desa

Yetro menjelaskan, penyaluran perangkat internet satelit itu memang lebih diprioritaskan untuk menunjang kebutuhan administrasi perkantoran desa. Penggunaannya pun menjadi terbatas bagi masyarakat umum.

"Starlink itu terbatas. Biasanya diutamakan di kantor desa atau BPD. Jadi kalau masyarakat (umum) tidak menjangkau, karena alatnya tidak satu-satu," ujarnya di Palangka Raya, Selasa (8/9/2026).

Ia menambahkan, keterbatasan itu kerap membuat perangkat hanya dinikmati perangkat desa. "Kalau alatnya cuma satu atau dua, ya dipasang di tempat pemerintah, sekurang-kurangnya di tempat kades. Sampai kadesnya bilang 'ampunku dulu' (punyaku dulu)," beber Yetro.

Warga Menumpang Sinyal Tower Perusahaan Swasta

Karena akses ke Starlink terbatas, warga di sejumlah desa Barsel mencari jalan keluar lain. Sebagian dari mereka memanfaatkan jaringan internet milik perusahaan swasta yang beroperasi di sekitar permukiman.

Yetro menyebut solusi sementara itu cukup membantu masyarakat yang tinggal berdekatan dengan wilayah operasi perusahaan. Sebab, perusahaan memiliki menara pemancar atau tower internet sendiri.

"Sebagian desa yang dekat dengan perusahaan itu, mereka punya tower sendiri. Lalu masyarakat ikut menumpang sinyal dari bagian situ. Itulah solusinya sementara," pungkasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menambah jumlah perangkat Starlink atau menghadirkan solusi infrastruktur lain agar akses internet masyarakat pelosok Barsel tidak lagi bergantung pada fasilitas kantor desa atau milik perusahaan.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks