KALIMANTAN TENGAH — Jakarta — Beban konsumen untuk bahan bakar beroktan tinggi masih stagnan mengikuti harga yang berlaku sejak 1 Agustus 2026. Pantauan Media Indonesia pada Senin (31/8) mencatat, lima badan usaha penyedia BBM nonsubsidi tidak merilis daftar tarif anyar.
PT Pertamina Patra Niaga masih mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di angka Rp15.950 per liter. Sementara untuk segmen diesel, Dexlite dibanderol Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex berada di level Rp21.150 per liter.
Perbandingan Harga Bensin Premium di Tiga Operator
Bagi konsumen yang mencari alternatif selain Pertamax, selisih harga antarmerek terpaut tipis. Untuk kategori RON 92, BP-AKR memasang BP 92 seharga Rp16.130 per liter dan Vivo menawarkan Revvo 92 dengan nominal identik. Adapun Mobil Indostation membanderol Gasoline 92 lebih mahal, yakni Rp16.670 per liter.
Memasuki kelas RON 95, kompetisi harga semakin ketat. Pertamina menjual Pertamax Green di angka Rp16.600 per liter, sementara BP Ultimate dan Revvo 95 dari Vivo sam-sama dipatok Rp16.760 per liter. Sayangnya, opsi dengan oktan serupa dari Shell belum tersedia di SPBU — Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ tercatat kosong dari daftar distribusi bulan ini.
Segmen Diesel: Selisih Rp760 antara Dexlite dan Kompetitor
Pasar diesel nonsubsidi justru menyajikan disparitas yang lebih menarik. Dexlite Pertamina dengan Cetane Number 51 menjadi pilihan termurah di kelasnya dengan harga Rp19.700 per liter. Namun, konsumen yang menginginkan kualitas lebih tinggi harus merogoh kocek lebih dalam.
Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Diesel Primus milik Vivo semuanya dibanderol seragam di angka Rp21.910 per liter. Jika dibandingkan dengan Pertamina Dex (CN 53) yang dijual Rp21.150 per liter, ketiga produk kompetitor tersebut mengungguli dari sisi harga — menciptakan posisi unik bagi Pertamina Dex sebagai opsi CN 53 termurah di pasaran saat ini.
Arah Kebijakan Harga hingga Akhir Tahun
Kebijakan penetapan harga ini menjadi perhatian pelaku industri. Perubahan terakhir yang dilakukan Pertamina pada awal bulan mencakup penyesuaian pada lini Pertamax Series dan produk diesel, sementara Shell lebih selektif dengan hanya mengubah harga produk dieselnya.
Belum ada indikasi bahwa pemerintah atau badan usaha akan me