Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Jihing dan Desa Petarikan di Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara. Kehadiran infrastruktur ini memangkas waktu tempuh warga hingga 1,5 jam yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar.
PALANGKA RAYA — Jembatan Perintis Garuda di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan pada Kamis.
Agustiar menyebut jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Sebelumnya, warga yang hendak berpindah dari Desa Jihing ke Desa Petarikan harus menempuh jalur memutar yang jauh.
Hemat Waktu Tempuh hingga 1,5 Jam
Dampak paling terasa dari hadirnya jembatan ini adalah efisiensi waktu perjalanan. Gubernur menegaskan warga kini bisa menghemat waktu tempuh sekitar satu hingga satu setengah jam untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Ini mempermudah masyarakat menuju tempat kerja, mendukung aktivitas ekonomi dan sosial, serta lainnya," kata Agustiar dalam keterangannya, Kamis.
Bakti TNI untuk Infrastruktur Daerah
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil karya TNI. Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Korem 102/Panju Panjung dan Kodim 1014/Pangkalan Bun yang mengerjakan pembangunan jembatan ini.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, proyek ini merupakan wujud bakti TNI Angkatan Darat dalam menjawab persoalan konektivitas yang dihadapi masyarakat. Tidak hanya di Sukamara, institusi ini juga membangun dua jembatan lain di Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Agustiar mengapresiasi kinerja jajaran TNI.
Konektivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur menilai konektivitas antarwilayah yang baik sangat mempengaruhi perkembangan suatu daerah. Akses yang lancar menjadi prasyarat bagi bergeraknya aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia berharap dengan terbukanya akses ini, kesejahteraan warga Sukamara, khususnya di dua desa tersebut, akan semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dinilai menjadi contoh efektif dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu, Bupati Sukamara Masduki menyebut jembatan ini sebagai infrastruktur penting. Keberadaannya tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bagi warganya.