JAKARTA — Label "Made in China" yang dulu lekat dengan mainan plastik murah dan bentuk sederhana, kini telah berubah wajah. Di ajang IBTE 2026, produk-produk dari Tiongkok hadir dengan konsep yang jauh lebih maju, menyasar tidak hanya anak-anak, tetapi juga pasar kolektor dewasa yang haus akan detail dan kualitas.
Berbagai perusahaan Tiongkok seperti Dongguan BDS Technology Limited membawa produk robotika yang menggabungkan permainan dengan pendidikan sains. Sementara itu, Guangdong No.1 Industrial Co., Ltd. menampilkan produk berbasis kekayaan intelektual (IP), termasuk ornamen boneka dan gantungan kunci. Ada pula yang fokus pada kategori AI Interactive Toys, seperti yang diperkenalkan Dongguan Jiandudu Trading Co., Ltd.
Kualitas Naik Kelas, Harga Tetap Bersahabat?
Persepsi lama tentang mainan China yang "terasa plastik" mulai pudar. David, pembuat konten ulasan mainan melalui akun @koleksidavid, menilai perkembangan ini sangat pesat. Menurutnya, mainan dari Tiongkok kini tersedia dalam berbagai segmen harga dan kualitas.
"Mainan Tiongkok punya range variasi yang luas. Mainan yang murah ada, tapi ada juga mainan yang lebih tinggi kelasnya. Tapi, desainnya harus diakui selalu unik dan semuanya tetap terjaga kualitasnya," ujar David.
Ia menambahkan, untuk produk yang menyasar kolektor, material yang digunakan sudah di-upgrade. "Kombinasi bahan plastik, metal, dan bahkan rubber pada beberapa bagian membuat sebuah mainan jadi lebih poseable dan terlihat keren," katanya.
Dari Boneka Plastik hingga AI: Pengalaman Bermain yang Berubah
Perubahan ini juga dirasakan langsung oleh konsumen. Pasangan Rina dan Alex, yang ditemui di salah satu stan, tertarik pada boneka berbulu lembut berbasis AI. Bagi mereka, produk tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan mainan masa kecil mereka.
"Dulu saya punya mainan boneka plastik," kata Rina. Alex menimpali, "Kalau saya dulu mobil-mobilan."
Intan Andriana, seorang importir yang telah tiga tahun berturut-turut menghadiri IBTE, mengakui peningkatan kualitas yang signifikan. "Kalau saya lihat dari tahun sebelumnya, jujur semakin beragam sekali. Kualitasnya juga semakin baik dari banyak produk yang terlihat dan yang saya impor dari sana," ungkapnya.
Faktor Edukasi dan Keamanan Kini Jadi Prioritas Utama
Meski harga terjangkau masih menjadi daya tarik utama, pilihan konsumen Indonesia kini tidak lagi semata-mata berdasarkan harga. Kesadaran akan nilai edukasi dan keamanan produk semakin mengemuka, terutama bagi orang tua.
"Di era sekarang, para mama lebih memilih mainan dari nilai edukasinya, lalu keamanan, dan harganya karena akan diberikan kepada anak," ujar Intan.
Pergeseran preferensi ini sejalan dengan data historis. Pada awal 2000-an, impor mainan Indonesia dari Tiongkok didominasi kategori mainan beroda dan kereta dorong boneka. Kini, jenis produknya semakin beragam, mulai dari action figure, blind box, boneka plush, building blocks, robot, hingga berbagai play set. Transformasi ini menunjukkan bahwa industri mainan Tiongkok tidak lagi mengandalkan volume, melainkan inovasi untuk memenangkan hati konsumen global.