Pencarian

Kepala BNPB Sebut Kualitas Udara Kalteng Aman, Warga Palangka Raya dan Pulang Pisau Diminta Pakai Masker

Selasa, 04 Agustus 2026 • 07:58:31 WIB
Kepala BNPB Sebut Kualitas Udara Kalteng Aman, Warga Palangka Raya dan Pulang Pisau Diminta Pakai Masker
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan kualitas udara di Kalimantan Tengah aman, namun warga Palangka Raya dan Pulang Pisau diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

PALANGKA RAYA — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang tengah gencar dilakukan BNPB di Kalimantan Tengah sempat terkendala karena pesawat yang digunakan sedang menjalani perawatan. Hal ini menyebabkan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat muncul di Kota Palangka Raya sebelum akhirnya berhasil diatasi.

Suharyanto mengungkapkan, sejak OMC kembali beroperasi, kondisi asap di Palangka Raya berangsur membaik. Namun, ia tetap mengingatkan warga untuk waspada, terutama di daerah yang titik panasnya masih terpantau.

Masker Jadi Perlindungan Dasar Warga

Meski kualitas udara dinilai aman, BNPB menganjurkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini menyusul masih terpantaunya asap tipis di sejumlah titik, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

"Kalau menggunakan masker itu boleh sebagai perlindungan dasar, tetapi saat ini belum diwajibkan bagi seluruh masyarakat," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

OMC Kembali Beroperasi Usai Pesawat Selesai Perawatan

Kendala teknis sempat membuat operasi penanggulangan karhutla berjalan tidak optimal. Pesawat yang biasanya digunakan untuk menabur garam di awan harus menjalani perawatan berkala, sehingga hujan buatan tidak dapat diproduksi selama beberapa hari.

"Kemarin sempat muncul asap di Palangka Raya karena OMC belum maksimal akibat pesawatnya sedang service. Tapi kami pastikan sekarang asap sudah tidak ada," tegas Suharyanto.

Target BNPB: Kualitas Udara di Seluruh Kalteng Aman

BNPB menargetkan seluruh wilayah Kalimantan Tengah terbebas dari gangguan kabut asap. Upaya penyemaian awan terus dilanjutkan untuk memicu hujan agar lahan gambut yang terbakar segera terbasahi.

"OMC selalu kita teruskan. Sudah ada hujan, mudah-mudahan hujan terus datang agar kondisi ini bisa teratasi dan tetap terkendali," imbuhnya.

Suharyanto menambahkan, kondisi karhutla di Kalteng hingga 30 Juli 2026 secara umum masih terkendali. Pihaknya berkomitmen terus melakukan pemadaman dan patroli terpadu agar asap tidak meluas hingga mengganggu aktivitas warga.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks