PALANGKA RAYA — Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat penyaluran Minyakita mencapai 8,5 juta liter lebih terhitung sejak Januari hingga 28 Juli 2026. Distribusi menyasar seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Pemimpin Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana mengatakan pengiriman dilakukan secara berkala melalui enam titik utama. Langkah ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga harga minyak goreng tetap di batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kami rutin dan secara berkala mendistribusikan Minyakita di Kalteng, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun menjaga stabilitas harga," ujarnya di Palangka Raya, Kamis.
Enam Titik Distribusi Jadi Andalan Pasokan
Dari total 13 kabupaten dan kota di Kalteng, Bulog mengandalkan enam kantor cabang untuk memperlancar distribusi. Wilayah Palangka Raya misalnya, menjangkau Gunung Mas dan Katingan.
Kantor cabang Kotawaringin Timur melayani Seruyan, sedangkan Kotawaringin Barat mencakup Sukamara dan Lamandau. Adapun Kantor Cabang Kapuas bertanggung jawab atas Pulang Pisau.
Jalur distribusi lainnya bersumber dari Kantor Cabang Barito Selatan untuk Barito Timur, serta Kantor Cabang Barito Utara yang melayani Murung Raya.
HET Minyakita Lebih Murah dari Minyak Premium
Harga Minyakita dipatok sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter. Angka ini lebih rendah dibandingkan harga minyak goreng premium yang beredar di pasaran saat ini.
Selisih harga tersebut menjadi daya tarik utama bagi konsumen, sekaligus alat kontrol inflasi di daerah. Bulog memastikan pasokan dari empat perusahaan mitra terus mengalir.
Keempat perusahaan pemasok tersebut adalah PT CBU, PT SSM, PT SAP, dan PT GIPLR. Seluruhnya merupakan produsen yang beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah.
Penugasan Distributor Tunggal ke Pengecer
Berdasarkan penugasan pemerintah, Bulog bertindak sebagai distributor satu-satunya untuk Minyakita. Produk disalurkan langsung ke toko-toko pengecer tanpa melalui rantai panjang.
"Kami terus mendistribusikan Minyakita ke pasar-pasar melalui para mitra di seluruh Kalteng untuk menjaga ketersediaan dan harga minyak goreng," kata Erwin.
Skema ini mempersingkat jalur distribusi sehingga harga di tingkat konsumen akhir tetap terkendali. Masyarakat diharapkan dapat mengakses minyak goreng murah dengan mudah di pasar tradisional maupun warung terdekat.