Pencarian

Malam 1 Suro di Kotawaringin Timur Jadi Ajang Merawat Harmoni Masyarakat Transmigran dan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 • 15:42:31 WIB
Malam 1 Suro di Kotawaringin Timur Jadi Ajang Merawat Harmoni Masyarakat Transmigran dan Lokal
Ratusan warga transmigran dan lokal berkumpul dalam lingkaran besar merayakan Malam 1 Suro di Kotawaringin Timur.

KOTAWARINGIN TIMUR — Malam 1 Suro di UPT Kandan bukan sekadar ritual tahunan. Di pelataran rumah Bapak Kasimo, ratusan warga duduk bersila membentuk lingkaran besar di atas hamparan terpal. Tidak ada kursi kehormatan, tidak ada sekat yang memisahkan. Warga asal Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, dan warga lokal duduk bersama dalam satu lingkaran persaudaraan.

Kegiatan diawali dengan kenduri sederhana di RT 05 usai Salat Magrib. Tokoh spiritual asal Jawa Barat, Abah Dedi Kanang, menjadi penggagas acara yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut. "Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, rezeki, keselamatan, serta kesempatan untuk tetap berada dalam iman Islam," ujarnya dalam sambutan.

Doa untuk Leluhur dan Pemangku Bumi Borneo

Menurut Abah Dedi Kanang, peringatan 1 Suro bukan sekadar tradisi budaya. Momentum ini menjadi sarana memperkuat hubungan manusia dengan Sang Pencipta sekaligus mengirimkan doa kepada para leluhur. Doa dipanjatkan untuk leluhur dan tokoh pemangku Bumi Borneo yang telah menjaga serta mewariskan tanah kehidupan bagi generasi sekarang.

Doa juga ditujukan kepada leluhur dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, serta seluruh leluhur masyarakat yang kini bermukim di UPT Kandan. Abah Dedi menegaskan hakikat kegiatan ini adalah silaturahmi lahir dan batin. Silaturahmi kepada sesama warga yang hidup berdampingan dalam keberagaman budaya, sekaligus silaturahmi batin melalui doa kepada para pendahulu.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa syukur dan penghormatan kepada para tokoh serta masyarakat Borneo, khususnya pendahulu Desa Kandan. Sikap terbuka dan tulus dari masyarakat lokal menjadi fondasi terciptanya kehidupan harmonis antara warga lokal dan pendatang.

Ratusan Warga Duduk Bersama dalam Satu Lingkaran

Setelah penyampaian ujub atau ikrar yang menggunakan perpaduan bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Acara ditutup dengan makan bersama menikmati hidangan kenduri berupa ingkung ayam, tumpeng, buah-buahan, dan hasil panen masyarakat sebagai simbol rasa syukur.

Ketua Panitia Panggih mengajak seluruh warga untuk terus menjaga tradisi yang diwariskan para pendahulu sekaligus memperkuat persatuan. Sambutan dari Pemerintah Desa Kandan yang diwakili Taufiqurrohman menekankan pentingnya semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat UPT Kandan. "Berbagai kemajuan yang telah dicapai merupakan hasil kerja bersama," pesannya.

Beberapa karyawan perusahaan kelapa sawit di sekitar wilayah UPT Kandan turut hadir dalam acara ini. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa harmoni sosial tidak hanya terjalin antarwarga, tetapi juga antara masyarakat dengan sektor industri di sekitarnya.

Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks