PALANGKA RAYA — Kalimantan Tengah tengah menyiapkan lompatan strategis dengan menggeser paradigma pembangunan menuju model yang lebih inklusif. Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Kasri Yani, menegaskan bahwa mulai tahun 2026, setiap program pembangunan daerah harus dirancang untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan dan membuka akses partisipasi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak lagi semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Indikator utamanya adalah sejauh mana masyarakat, dari kota hingga desa, benar-benar merasakan dampak positif dari setiap proyek dan kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Mengapa Pembangunan Inklusif Jadi Prioritas di Kalteng?
Kasri menilai bahwa selama ini masih terdapat tantangan dalam menjangkau seluruh wilayah dan kelompok masyarakat. Tanpa pendekatan yang inklusif, kesenjangan antardaerah dan antarkelompok masyarakat berpotensi melebar. “Pembangunan yang inklusif akan menciptakan keseimbangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasri di Palangka Raya, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, arah pembangunan yang terbuka dan merata akan memberikan dampak positif langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Lebih dari itu, model ini juga diyakini mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Kolaborasi Tiga Pilar: Kunci Sukses Program 2026
Kasri menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi syarat mutlak. Tanpa kolaborasi yang solid, berbagai program pembangunan berisiko berjalan tidak optimal. “Kerja sama yang kuat akan memperkuat upaya mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Politikus DPRD Kalteng itu berharap, dengan diterapkannya prinsip pembangunan inklusif, Kalimantan Tengah dapat bertransformasi menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera. Target utamanya adalah menciptakan ekosistem yang memberikan peluang yang sama bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan.
“Dengan pembangunan yang lebih inklusif, diharapkan kemajuan daerah dapat dirasakan secara merata dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tandas Kasri menutup pernyataannya.