Pencarian

Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni, Pertamina Ungkap Alasan Tak Lagi Tahan BBM Nonsubsidi

Rabu, 10 Juni 2026 • 19:05:31 WIB
Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni, Pertamina Ungkap Alasan Tak Lagi Tahan BBM Nonsubsidi
Kenaikan harga Pertamax mulai berlaku di seluruh SPBU Pertamina per 10 Juni 2026.

KALIMANTAN TENGAHHarga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) melonjak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini langsung berlaku hari ini di seluruh SPBU Pertamina.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa perusahaan sebenarnya sudah menahan harga sejak Maret 2026. Namun, tekanan keuangan akibat harga impor yang terus tinggi membuat langkah itu tidak bisa dipertahankan lebih lama.

"Beberapa waktu kemarin itu masih bisa kami tahan, tetapi kenapa kok hari ini enggak bisa nahan? Karena kami harus memastikan ketersediaan di pasar itu ada barangnya," kata Sigit dalam keterangan resmi, Selasa (10/6).

Perang Timur Tengah dan Beban Impor yang Membengkak

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak awal 2026 disebut menjadi pemicu utama. Harga BBM yang diimpor Pertamina dari luar negeri melonjak jauh di atas harga jual domestik.

Sigit mengungkapkan, Pertamina sempat memilih menahan harga demi menjaga daya beli masyarakat. Jika harga disesuaikan dengan fluktuasi pasar global saat itu, biaya produksi berbagai industri ikut naik dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Kalau biaya produksinya naik, akan berpengaruh ke harga jual produk yang dihasilkan. Berarti harga di pasar akan naik. Masyarakat konsumen bisa membeli, enggak? Tentu berat," ujarnya.

Kapan Batas Ketahanan Pertamina Mulai Jebol?

Kebijakan menahan harga BBM nonsubsidi berlangsung dari Maret hingga awal Juni 2026. Namun, konsekuensinya mulai terasa: pendapatan dari penjualan dalam negeri tidak lagi cukup untuk membeli volume impor yang sama.

"Pertamina mengimpor BBM dengan harga tinggi, terus kami jual di domestik harganya rendah. Uang yang kami dapat untuk membeli BBM di market tidak lagi mendapatkan volume yang sama," jelas Sigit.

Akibatnya, volume impor BBM terus menurun. Jika dibiarkan, stok di dalam negeri bakal menipis, terutama saat permintaan puncak. "Kami tidak ingin kondisinya terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat akan menurun," tambahnya.

Harga BBM Lain Tidak Ikut Naik

Setelah berdiskusi dengan pemerintah, Pertamina akhirnya memutuskan menyesuaikan harga Pertamax dan Pertamax Green saja. Produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.

Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite masih di harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Artinya, beban kenaikan hanya ditanggung konsumen BBM nonsubsidi.

"Kami ingin memberikan pesan bahwa ini memang perlu naik karena kondisinya harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di market," tutup Sigit.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks