Pencarian

Ketua DPW Tameng Adat Borneo Kalteng Hadiri Ritual Tiwah di Pulang Pisau, Enam Sapundu Didirikan

Sabtu, 30 Mei 2026 • 16:15:32 WIB
Ketua DPW Tameng Adat Borneo Kalteng Hadiri Ritual Tiwah di Pulang Pisau, Enam Sapundu Didirikan
Ketua DPW Tameng Adat Borneo Kalteng, Sairullah, menghadiri prosesi Mapendeng Sapundu dalam Ritual Tiwah di Pulang Pisau.

PULANG PISAU — Ritual Tiwah yang berlangsung di Pulang Pisau menjadi momentum bagi DPW Tameng Adat Borneo Kalimantan Tengah untuk memperkuat pelestarian budaya. Sairullah bersama rombongan tiba saat prosesi Mapendeng Sapundu, yaitu pendirian enam tiang kayu berukir yang berfungsi sebagai tempat sakral mengikat hewan kurban.

Mengapa Ritual Tiwah Disebut Sakral?

Basir Obing, pemimpin ritual keagamaan Hindu Kaharingan setempat, menjelaskan bahwa Tiwah merupakan kewajiban sakral dengan nilai spiritualitas tinggi. Ritual ini menjadi tahap akhir dalam proses kematian bagi umat Hindu Kaharingan, bertujuan mengantarkan arwah atau Liau menuju Lewu Tatau, alam kedamaian atau surga.

Penjelasan itu disampaikan Basir Obing saat menyambut rombongan yang hadir dalam suasana kekeluargaan. Ia mengapresiasi kehadiran Sairullah dan rombongan Sanggar Kambang Barenteng Al Firdaus yang dinilai tepat momentumnya.

Pesan Ketua Tameng Adat: Toleransi di Tengah Modernisasi

Sairullah menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. "Adat dan tradisi adalah identitas serta akar pemersatu kita di Kalimantan Tengah. Kehadiran Tameng Adat Borneo di sini adalah bentuk penghormatan tertinggi kami terhadap sakralitas Tiwah," ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak merawat toleransi dan memperkokoh Falsafah Huma Betang. Menurut Sairullah, perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan yang memperkaya kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah.

Apa Makna Enam Sapundu dalam Ritual Tiwah?

Prosesi Mapendeng Sapundu menjadi salah satu rangkaian penting dalam ritual Tiwah. Enam buah tiang kayu berukir yang didirikan berfungsi sebagai tempat sakral untuk mengikat hewan kurban. Simbolisme ini menjadi bagian dari proses mengantarkan arwah menuju alam kedamaian.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi DPW Tameng Adat Borneo Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Sairullah. Organisasi tersebut tidak hanya berperan sebagai pelindung adat secara fisik, tetapi juga sebagai pengayom spiritual yang menjaga kedamaian, harmoni, serta toleransi antarumat beragama.

Bagikan
Sumber: liputansbm.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks