Pencarian

Bapas Sampit Targetkan Predikat WBBM, Prayudha Rachmadany Minta Tim Pokja Siapkan Data Evaluasi

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:35:01 WIB
Bapas Sampit Targetkan Predikat WBBM, Prayudha Rachmadany Minta Tim Pokja Siapkan Data Evaluasi
Kepala Bapas Sampit, Prayudha Rachmadany, memimpin rapat persiapan Desk Evaluasi Zona Integritas.

SAMPIT — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Sampit mulai mematangkan persiapan internal untuk menghadapi tahapan Desk Evaluasi Zona Integritas. Langkah ini menjadi bagian krusial dalam ambisi instansi tersebut meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) setelah sebelumnya berhasil mengamankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Persiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam rapat internal yang berlangsung di aula tengah Bapas Sampit, Kamis (7/5/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Sampit, Prayudha Rachmadany, memfokuskan agenda pada kesiapan kelompok kerja (Pokja) dalam menyusun dokumen administrasi dan bukti fisik pelayanan.

Fokus Penguatan Data Dukung dan Evaluasi Pokja

Prayudha Rachmadany selaku Penanggung Jawab Zona Integritas menekankan bahwa setiap tim Pokja memegang peranan vital dalam menentukan keberhasilan penilaian. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak mengabaikan detail teknis, terutama menyangkut data pendukung kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun lalu.

“Sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, Bapas Sampit telah melaju ke tahap berikutnya, yakni Desk Evaluasi. Kami harapkan seluruh Pokja mempersiapkan materi secara maksimal, terutama data dukung selama satu tahun terakhir,” ujar Prayudha.

Instruksi ini bertujuan agar saat tim penilai melakukan verifikasi, seluruh inovasi dan program kerja yang telah dijalankan dapat dibuktikan secara valid melalui data yang terstruktur. Prayudha menilai kedisiplinan dalam pendokumentasian data menjadi cermin profesionalisme birokrasi di lingkungan Bapas Sampit.

Standar Pelayanan Publik dan Budaya Hospitality

Selain urusan administrasi, titik berat penilaian WBBM terletak pada transformasi pelayanan publik yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Prayudha mengingatkan bahwa predikat WBBM menuntut standar yang jauh lebih tinggi dibandingkan WBK, terutama dalam hal digitalisasi dan keramahan petugas.

“Ciri unit kerja WBBM bukan hanya memenuhi indikator WBK, tetapi juga menghadirkan layanan yang cepat dan mudah, antrean tertata, digitalisasi optimal, serta tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi. Selain itu, inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik, dan budaya hospitality ASN harus kuat,” tegasnya.

Kecepatan dalam merespons keluhan masyarakat juga menjadi indikator yang tidak kalah penting. Manajemen Bapas Sampit berkomitmen untuk memastikan setiap aduan atau masukan dari publik dikelola dengan transparan dan solutif sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja.

Seluruh pegawai yang hadir dalam rapat tersebut menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka menyatakan kesiapan untuk menghadapi tahapan penilaian yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Prayudha optimis bahwa dengan kerja sama tim yang solid, target meraih predikat WBBM tahun ini dapat tercapai.

“Bapas Sampit siap berkompetisi dalam meraih WBBM. Semoga ini menjadi langkah sukses kita dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas,” pungkas Prayudha.

Bagikan
Sumber: katakata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks