SAMPIT — Karyawan toko emas yang terlibat insiden salah tuduh terhadap seorang pelanggan perempuan mendatangi keluarga korban untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Permintaan maaf itu disampaikan kepada korban, keluarga, hingga masyarakat atas kejadian yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
Pemilik toko emas berinisial L mengatakan, kedatangan karyawannya ke rumah keluarga korban merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga hubungan baik di tengah persoalan yang masih bergulir. Pihaknya mengapresiasi sikap korban dan keluarga yang menerima kedatangan karyawan dengan terbuka.
Menurut L, silaturahmi antara pihak karyawan dan keluarga korban berjalan lancar. Ia berharap hubungan baik kedua belah pihak tetap terjaga setelah pertemuan tersebut.
"Alhamdulillah, silaturahmi antara pihak karyawan dan keluarga korban berjalan dengan baik. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjaga," ujar L.
Meski permintaan maaf telah disampaikan, persoalan tersebut tetap menjadi perhatian pihak toko. L menegaskan pihaknya menghormati keputusan korban dan keluarga terkait penyelesaian masalah yang terjadi.
L memastikan karyawan yang bersangkutan telah memenuhi undangan pemeriksaan dari pihak berwenang. Pihak karyawan menyatakan akan bersikap kooperatif dan menyerahkan penanganan lebih lanjut sesuai proses yang berjalan.
Sikap kooperatif itu disebut sebagai bentuk komitmen pihak toko dalam menyikapi persoalan. Pihaknya juga menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak ingin mendahului penanganan oleh pihak berwenang.
Insiden salah tuduh yang melibatkan karyawan toko dan pelanggan perempuan ini sebelumnya sempat menjadi perbincangan luas di Sampit. Kasusnya kini ditangani pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.