KUALA PEMBUANG – Intrusi air asin kini menjadi mimpi buruk baru di tengah musim kemarau yang melanda wilayah hilir Kabupaten Seruyan. Air laut yang merembes ke sumur warga membuat kualitas air tidak lagi layak pakai, memperparah kondisi ketersediaan air bersih yang sudah kritis.
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menyatakan persoalan ini terkonsentrasi di sejumlah desa pada kawasan hilir Sungai Seruyan. Kondisi geografis yang dipengaruhi pasang surut menjadi biang keladi utama. Saat debit air sungai menurun, air asin dengan mudah menyusup dan mengontaminasi sumber-sumber air warga.
“Kita ini di wilayah hilir yang kondisi sungainya pasang surut. Musim kemarau ternyata air surut dan air asin juga merembes ke sumur-sumur warga,” jelas Wanda, sapaan akrabnya, usai meninjau lokasi terdampak.
Pemerintah daerah merespons cepat dengan memperluas jangkauan distribusi air bersih ke titik-titik yang terdampak. Kebijakan ini diambil sebagai langkah taktis untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Langkah ini dinilai krusial mengingat puncak kemarau diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.