KALIMANTAN TENGAH — Pembalap Ducati itu menuntaskan balapan dengan catatan waktu 41 menit 10,969 detik, mengungguli Pedro Acosta di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di urutan ketiga. Alex Marquez serta Jorge Martin melengkapi lima besar di sirkuit yang selama ini menjadi kandang kesuksesan sang juara dunia delapan kali.
Alih-alih langsung selebrasi di parc ferme, Marquez memilih naik ke motor marshal untuk mendekati tribun yang dipenuhi pendukung setianya. Begitu tiba di depan kerumunan, ia turun dan bersimpuh di aspal sambil berlutut sebagai bentuk penghormatan.
Momen itu menjadi balasan atas yel-yel dukungan yang terus bergema dari tribune sepanjang lap terakhir. Bagi Marquez, Aragon memang punya tempat spesial—delapan kemenangan di sirkuit ini menjadikannya trek paling subur dalam kariernya.
Tambahan 25 poin membuat koleksi Marquez kini mencapai 237 angka, merangsek ke peringkat kedua klasemen. Ia kini hanya berjarak 18 poin dari Jorge Martin yang masih memimpin, dengan satu seri tersisa sebelum jeda akhir musim.
Tekanan jelas berpindah ke kubu Martin. Marquez menunjukkan konsistensi luar biasa di paruh kedua musim, dan Aragon menjadi bukti bahwa ia kembali menemukan performa terbaiknya setelah melewati masa sulit cedera panjang.
Putaran berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, pada 13 September 2026. Ini menjadi kesempatan emas bagi Marquez untuk mengambil alih puncak klasemen, mengingat trek tersebut kerap melahirkan duel sengit antara Ducati dan rival-rivalnya.
Jika mampu kembali naik podium tertinggi di Misano, bukan tidak mungkin selisih 18 poin itu sirna sekaligus mengubah peta persaingan gelar juara dunia. Semua mata kini tertuju pada pertarungan dua pembalap teratas yang dipisahkan margin tipis.