Pencarian

Legislator Kotim Dorong Sumur Bor di Tiga Desa Dapil I yang Belum Terjamah PDAM

Senin, 07 September 2026 • 22:54:31 WIB
Legislator Kotim Dorong Sumur Bor di Tiga Desa Dapil I yang Belum Terjamah PDAM
Warga melintas di dekat tandon air bersih yang menjadi pasokan utama tiga desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, mendorong pembangunan sumur bor di tiga desa yang hingga kini belum menikmati akses jaringan air bersih dari PDAM. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, wilayah yang justru menjadi pusat administrasi pemerintahan kabupaten.

SAMPIT — Tiga desa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, masih bergantung pada pasokan air bersih dari tandon yang diisi pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai ironis karena kecamatan tersebut merupakan kawasan ibu kota kabupaten dan pusat administrasi pemerintahan setempat.

Angga Aditya Nugraha, legislator dari Dapil I, menyebut ketiga desa itu adalah Desa Bapanggang Raya, Bapeang, dan Bangkuang Makmur. Menurutnya, kapasitas tandon yang ada tidak mencukupi untuk melayani seluruh warga, terlebih saat kebutuhan meningkat di musim kemarau.

Solusi Jangka Pendek untuk Krisis Air Bersih

Pembangunan sumur bor dinilai menjadi langkah awal yang paling memungkinkan sebelum jaringan PDAM diperluas ke wilayah tersebut. Angga menyarankan pemerintah desa segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada pemerintah daerah agar realisasi pembangunan bisa segera diproses.

“Sementara ini mereka menggunakan bantuan air bersih dan ada beberapa yang kemarin kami gunakan tandon. Tandon itu juga diisi oleh pemerintah daerah. Namun setelah berjalan dan saat implementasinya ternyata tandon air tidak mencukupi untuk seluruh masyarakat yang ada di sana,” ungkap Angga di Sampit, Senin.

Air Bersih Jadi Kunci Penanganan Karhutla

Keberadaan sumur bor tidak hanya menjawab kebutuhan dasar warga sehari-hari. Angga menekankan sumber air permanen di sekitar pemukiman juga krusial untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda Kotim saat kekeringan.

“Ini kepentingan untuk air bersih masyarakat di desa dan juga untuk kepentingan karhutla, karena sebagaimana kita ketahui saat ini krisis air untuk memadamkan karhutla,” ujarnya.

Ketersediaan air yang dekat dengan lokasi rawan kebakaran dapat mempercepat respons petugas ketika api mulai muncul, sebelum dampaknya meluas ke permukiman.

Perluasan Jaringan PDAM Jadi Target Jangka Panjang

Angga mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan ini dalam pembahasan bersama jajaran eksekutif Pemkab Kotim. Ia mendorong agar pemasangan sanitasi atau irigasi untuk ketiga desa segera direalisasikan.

“Kami selalu mengusulkan agar ketiga desa tersebut bisa terjamah air bersih. Kami juga sudah bermohon kepada pemerintah daerah agar pemasangan sanitasi atau irigasi segera dilaksanakan untuk tiga desa tersebut,” ucapnya.

Masuknya layanan PDAM tetap menjadi solusi paling diharapkan karena dinilai mampu memberikan akses air bersih secara merata dan berkelanjutan. “Oleh sebab itu, kita menginginkan adanya PDAM masuk di sana sehingga semua masyarakat secara merata mendapatkan air bersih,” demikian Angga.

Dampak pada Upaya Penurunan Stunting

Penyediaan air bersih juga berkaitan dengan program pemerintah menekan angka stunting. Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan hidup sehat bagi keluarga.

Angga menilai pembangunan infrastruktur air bersih harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Manfaatnya tidak hanya untuk konsumsi dan sanitasi, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat serta ketahanan desa saat kekeringan melanda.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks