KALIMANTAN TENGAH — FIFA resmi mengirimkan surat ke 211 federasi anggota per Rabu (29/7), menetapkan batas waktu persetujuan atas rencana investasi yang kontroversial. Proposal ini intinya menjual saham minoritas Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya ke pihak swasta lewat anak perusahaan baru bernilai US$20 miliar.
Ancaman Dua Paket: US$10 Miliar vs US$2,7 Miliar
Infantino membandingkan dua skenario dalam suratnya, dikutip ESPN dari The Times. Jika proposal disetujui, paket pendanaan US$10 miliar akan tersedia mulai 1 Januari 2027. Jika ditolak, dana pengembangan FIFA Forward hanya turun menjadi US$2,7 miliar—hampir seperempatnya.
"Merupakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai presiden FIFA untuk menghadirkan peluang yang mengubah permainan kepada Anda, para anggota," tulis Infantino dalam surat tersebut. Ia menjabarkan setiap asosiasi anggota bisa mengakses hingga US$40 juta per federasi jika proposal ini berjalan.
Thrive Capital di Balik Skema, Ada Koneksi Jared Kushner
Perusahaan investasi Thrive Capital yang didirikan Joshua Kushner—adik ipar mantan Presiden AS Donald Trump—dilaporkan mendukung proposal ini. Rencananya, anak perusahaan baru FIFA akan mengelola semua kompetisi dan acara komersial FIFA, termasuk Piala Dunia pria dan Piala Dunia Antarklub yang diperbarui.
UEFA Terang-terangan Menolak, Tuduhan Konflik Kepentingan Menguat
Langkah ini sudah mendapat perlawanan keras, terutama dari UEFA yang secara terbuka menentang rencana penjualan saham turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Bukan cuma soal prinsip "kesucian" sepak bola, tetapi ada kekhawatiran Infantino bakal mendapatkan keuntungan pribadi dari transaksi ini.
FIFA menegaskan korespondensi ke federasi anggota ini adalah respons terhadap berbagai perlawanan yang muncul belakangan. Namun Infantino tetap bergerak cepat—memberi tenggat hanya 52 hari sejak surat dikirim untuk mengamankan suara mayoritas.
Apa yang Dipertaruhkan untuk Sepak Bola Global?
Jika disetujui, ini pertama kalinya dalam sejarah FIFA—organisasi nirlaba—menjual saham turnamen utamanya ke investor swasta. Anak perusahaan baru akan mengontrol hak komersial, penyiaran, dan sponsor Piala Dunia. Federasi kecil yang selama ini bergantung pada dana FIFA Forward kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima uang besar sekarang, atau mempertahankan kemandirian organisasi.
Keputusan final akan diketahui sebelum 19 September 2026. Hingga saat ini, belum ada federasi anggota yang secara terbuka menyatakan dukungannya.