SERUYAN — PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Pembuang menggelar workshop keselamatan ketenagalistrikan bagi 36 siswa SMKN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Kegiatan ini menyasar generasi muda agar memahami risiko dan cara penggunaan listrik yang aman dalam aktivitas harian.
SERUYAN — Sebanyak 36 siswa SMKN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mendapat pembekalan khusus mengenai keselamatan ketenagalistrikan dari PT PLN (Persero). Lewat Unit Layanan Pelanggan (ULP) setempat, perusahaan energi itu menghadirkan workshop yang membahas potensi bahaya listrik hingga langkah penggunaan yang aman dan efisien.
Manager PLN ULP Kuala Pembuang, Nurul Sihabuddin, menyebut program ini dirancang untuk menanamkan kepedulian pelajar terhadap aspek keselamatan sejak dini.
"Kami ingin para siswa memahami bahwa listrik memberikan banyak manfaat, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah, serta dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar," kata Sihab melalui pernyataan resmi di Palangka Raya, Kamis.
Dalam kegiatan tersebut, tim PLN memaparkan materi melalui sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Para siswa dikenalkan pada berbagai potensi bahaya kelistrikan yang kerap muncul di lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun rumah tinggal.
Selain itu, mereka juga diajak memahami pentingnya memperhatikan standar keamanan peralatan listrik dan mengenali kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan. Harapannya, pengetahuan ini membentuk kebiasaan siswa untuk lebih cermat sebelum menggunakan perangkat elektronik.
General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar adalah investasi jangka panjang untuk membangun budaya keselamatan di masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang ditanamkan sejak muda akan menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
"Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi kepada pelajar penting dilakukan agar pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman dapat ditanamkan sejak dini dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Iwan.
PLN berkomitmen memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk memperkuat literasi kelistrikan publik. Lewat pendekatan ini, perusahaan berharap pesan keselamatan bisa tersebar lebih luas, tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah tetapi juga merambah ke keluarga dan komunitas sekitar siswa.