KALIMANTAN TENGAH — Dua pola liburan berbeda bisa diselesaikan dalam satu kunjungan ke Centhung Blumbang. Di antara deretan destinasi air terjun di Karanganyar, tempat ini menonjol karena menyediakan area berkemah yang langsung menghadap aliran sungai jernih, plus jalur pendakian menuju Air Terjun Pringgodani. Suasananya masih asri, jauh dari keramaian kota, dan terjaga karena lokasinya berada di kawasan perkebunan warga.
Udara sejuk khas lereng Lawu langsung terasa begitu tiba di area campground. Titik berkemah tersebar di tepi sungai, cukup luas untuk beberapa tenda sekaligus. Air sungai yang mengalir di sini berasal langsung dari air terjun, sehingga kejernihannya terjaga.
Kolam alami yang terbentuk di sepanjang aliran sungai menjadi spot favorit untuk bermain air. Pengelola menyediakan ban renang bagi pengunjung yang ingin berendam lebih lama. Suara gemericik air bercampur dedaunan menciptakan latar yang menenangkan—jauh berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.
Untuk trekking ke air terjun, medan yang dilalui masih berupa jalur alam terbuka. Sepatu yang nyaman dan tidak licin sangat disarankan karena sebagian jalur melewati bebatuan dekat aliran sungai.
Edi Sukatno, pemilik lahan Centhung Blumbang, menjelaskan tiket masuk dipatok Rp 10.000 per orang yang digunakan untuk biaya kebersihan. "Untuk tiket masuk, kita menarik uang kebersihan, dikenakan per orang Rp10.000, parkir gratis dan fasilitas seperti listrik, toilet, dan musala juga ada," kata Edi kepada detikTravel, Minggu (30/8/2026).
Tarif camping Rp 15.000 per orang jika membawa tenda sendiri. Bagi yang tidak membawa peralatan, tersedia tenda sewaan seharga Rp 60.000. Destinasi ini beroperasi 24 jam setiap hari dan dijaga warga lokal, sehingga pengunjung bisa datang kapan saja.
Fasilitas pendukung tergolong lengkap untuk ukuran campground: kamar mandi, toilet, kantin, gazebo, hingga musala. Area parkir dibagi dua—parkir atas mampu menampung mobil dan motor, sedangkan parkir bawah hanya bisa diakses motor karena jalannya sempit dan curam.
Perjalanan dari pusat Kota Solo menempuh jarak sekitar 43 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit. Akses menuju lokasi menggunakan jalur pertanian, bukan jalan utama—jadi pengemudi perlu ekstra hati-hati di beberapa titik.
Setelah tiba di parkir atas, pengunjung berjalan kaki sekitar 12 menit menuju area bawah. Perjalanan dilanjutkan kurang dari 5 menit untuk tiba di Campground Centhung Blumbang. Total waktu berjalan sekitar 15-20 menit dari parkir atas ke lokasi camping, dengan trek menurun yang cukup landai.
Kondisi jalan menanjak dan berkelok menjadi catatan bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan. Sebaiknya gunakan kendaraan dengan kondisi prima dan pastikan rem berfungsi baik sebelum berangkat.
Untuk kunjungan satu hari, durasi ideal sekitar 3-4 jam untuk bermain air dan trekking singkat ke air terjun. Namun bagi yang ingin merasakan suasana malam di lereng Lawu dengan kepulan kabut dan suara aliran sungai, menginap semalam jelas pilihan yang sulit ditolak.