21.000 Lebih Siswa Kalteng Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap, Gubernur Tinjau Langsung PJJ ke Sekolah via Media Center

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 03 September 2026 | 12:18:01 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah meninjau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi ribuan siswa terdampak kabut asap melalui pemantauan virtual.

PALANGKA RAYADinas Pendidikan Kalteng mencatat kebijakan PJJ menyasar ribuan pelajar jenjang menengah di sejumlah kabupaten/kota terdampak asap, seperti Gunung Mas dan Palangka Raya. Dalam pemantauan virtualnya, Gubernur Agustiar menyapa langsung siswa SMA Negeri 1 Tewah di Kabupaten Gunung Mas yang melaksanakan PJJ pada Selasa (2/9) lalu.

Kunci PJJ Bukan Soal Tempat, Tapi Niat

Di hadapan para siswa yang mengikuti pembelajaran dari rumah, Agustiar menegaskan bahwa metode belajar daring tidak mengubah esensi pendidikan. Ia justru menaruh kepercayaan pada kesadaran masing-masing pelajar.

"Tidak ada perbedaan. Sebenarnya tergantung dari niat anak-anakku sekalian. Kemauannya, tekadnya, di manapun tempatnya belajar," ucap Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Kamis.

Pernyataan ini keluar di tengah kekhawatiran orang tua terhadap kualitas pembelajaran yang biasanya berlangsung tatap muka. Gubernur mencoba meredam keresahan itu dengan menekankan faktor kemauan siswa sebagai penentu utama keberhasilan belajar.

Teknologi Jadi Penyelamat di Tengah Darurat Karhutla

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo menyebut kondisi kabut asap justru menjadi momentum pembuktian. Menurutnya, proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung optimal dengan memanfaatkan teknologi, tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan siswa.

Disdik Kalteng mengoperasikan sejumlah kanal penunjang agar PJJ berjalan mulus. Kelas Digital Huma Betang dan TV Interaktif menjadi andalan utama, ditambah dukungan layanan internet satelit Starlink untuk menjangkau sekolah di daerah dengan kondisi sinyal sulit.

"Kami mengingatkan kondisi di setiap wilayah dapat berbeda, sehingga informasi dari sekolah dan siswa penting dalam menentukan langkah pembelajaran maupun pemantauan di lapangan," ucap Reza.

Ia menekankan bahwa komunikasi langsung dengan sekolah dan pelajar bukan sekadar formalitas. Informasi dari lapangan menjadi dasar bagi dinas untuk menentukan langkah pembelajaran lanjutan, terutama jika karhutla berkepanjangan.

Disiplin Siswa Tetap Jadi Prioritas

Reza menambahkan, pelaksanaan PJJ tidak lantas mengurangi kedisiplinan maupun tanggung jawab dalam proses pendidikan. Para guru diminta tetap memantau kehadiran dan tugas siswa secara berkala melalui platform digital yang tersedia.

Meski ruang belajar berpindah ke rumah masing-masing, standar akademik dan etika belajar diharapkan tidak berubah. Kondisi darurat asap justru menjadi ujian bagi ketahanan sistem pendidikan di Kalimantan Tengah.

Pemerintah provinsi belum mengumumkan kapan kegiatan belajar mengajar tatap muka akan kembali digelar. Keputusan tersebut akan menunggu perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di lapangan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top