Program GASPOLL 11 12 di Barito Utara: Bupati Shalahuddin Minta Seluruh Perangkat Daerah Bergerak Lebih Awal dan Tepat Sasaran

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 01 September 2026 | 19:02:31 WIB
Bupati Barito Utara Shalahuddin memimpin rapat koordinasi pengendalian pembangunan daerah tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Muara Teweh.

MUARA TEWEH — Rapat koordinasi pengendalian pembangunan Kabupaten Barito Utara tahun 2026 di Gedung Balai Antang menjadi ajang Bupati Shalahuddin menegaskan arah pembangunan daerah. Ia menginstruksikan jajarannya untuk tidak sekadar mengejar realisasi anggaran, melainkan memastikan setiap program yang dicanangkan benar-benar berdampak pada masyarakat.

Menurut Shalahuddin, percepatan pembangunan bukan berarti bekerja dengan tergesa-gesa. Yang ia maksud adalah memulai langkah lebih awal dan menjalankan setiap pekerjaan dengan perencanaan matang.

Target Kerja yang Jelas dan Terukur

Shalahuddin mengingatkan bahwa GASPOLL 11–12, singkatan dari Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal, merupakan arah pembangunan Barito Utara ke depan. Program ini memuat 11 program unggulan dan 12 program prioritas yang disusun setelah melalui uji lapangan langsung saat masa sosialisasi.

"GASPOLL 11 12 harus menjadi gerakan bersama seluruh perangkat daerah. Jangan sampai GASPOLL hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui target kerja yang jelas, terukur, memiliki penanggung jawab dan batas waktu penyelesaian," ujarnya.

Setiap perangkat daerah diminta aktif mengidentifikasi kegiatan yang mandek, mencari tahu penyebabnya, lalu segera mengambil langkah penyelesaian. Ia tidak ingin penundaan pekerjaan terjadi hanya karena menunggu mendekati akhir tahun anggaran.

Anggaran Adalah Amanah Masyarakat

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Barito Utara menekankan bahwa setiap rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah amanah publik. Alokasi yang sudah direncanakan wajib segera dikonversi menjadi program dan hasil pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.

"Yang kita kejar bukan sekadar persentase penyerapan, tetapi output dan outcome yang benar-benar dirasakan masyarakat," kata Shalahuddin.

Ia juga meminta adanya monitoring dan evaluasi rutin dengan data target dan realisasi yang jelas, baik fisik maupun keuangan. Jika ditemukan deviasi, analisis dan solusi harus segera dicari, bukan ditunda-tunda.

Pekerjaan Cepat Tetap Harus Sesuai Aturan

Untuk pengadaan barang dan jasa, kegiatan yang sudah siap dieksekusi diminta segera diproses. Namun, Shalahuddin mengingatkan bahwa kecepatan bekerja tidak boleh mengorbankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

"Jangan takut mengambil keputusan, tetapi jangan pula mengambil keputusan di luar aturan. Kita harus bekerja cepat sekaligus tetap menjaga prinsip akuntabilitas, transparansi dan kepatuhan terhadap peraturan," tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Shalahuddin mengajak seluruh jajaran membangun budaya kerja yang lebih baik setiap harinya. Semua pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini tidak perlu menunggu esok.

"Kita harus membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara mampu bekerja cepat, bekerja tepat dan bekerja tuntas," tutup Shalahuddin.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top