KALIMANTAN TENGAH — Liverpool menyelesaikan musim panas dengan dua posisi yang tidak diisi, meski kebutuhan di kedua sektor itu cukup jelas. Bek kanan menjadi masalah paling besar, terutama setelah kepergian Trent Alexander-Arnold setahun lalu. Jeremie Frimpong, yang direkrut untuk menggantikannya, dinilai belum mampu menjadi bek kanan murni seperti pendahulunya. Di sisi lain, peran Fabinho sebagai gelandang bertahan juga belum tergantikan hingga kini.
Kelemahan itu terekspos dalam laga 2-2 melawan Nottingham Forest di kandang sendiri. Frimpong dan Milos Kerkez ditarik keluar pada menit ke-72 saat Liverpool tertinggal 1-2. Iraola kemudian memasukkan Szoboszlai ke posisi bek kanan, dan perubahan itu langsung terasa.
Dalam sisa 20 menit pertandingan, Liverpool menikmati periode terbaik mereka. Szoboszlai menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak, menciptakan peluang paling banyak, dan mencatatkan tiga umpan silang akurat. Frimpong dan Kerkez tidak menghasilkan satu pun umpan silang akurat dari enam percobaan mereka. Umpan silang Szoboszlai untuk Alexander Isak di laga itu nyaris menjadi gol andai pemain senilai £125 juta tersebut mampu menjangkaunya.
Iraola bisa meniru pendekatan Jurgen Klopp pada 2016 saat meyakinkan James Milner untuk bermain sebagai bek kiri. Milner awalnya bukan pemain yang nyaman di posisi itu, tapi ia berhasil menjalaninya selama semusim penuh. Milner kemudian mengungkapkan pelajaran terbesarnya: "Mendeteksi bahaya sejak dini adalah hal terbesar yang harus dipelajari. Saat bermain di lini tengah, Anda selalu aktif untuk bertahan."
Kata-kata Milner itu relevan dengan situasi sekarang. Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Forest, Iraola membahas kebutuhan keseimbangan di lini tengah setelah timnya dua kali ketahuan saat melawan Newcastle di laga pembuka. "Ada pemain yang sangat bagus, mereka mencium, 'OK, ada bahaya nyata, saya tidak bisa mengambil risiko maju'. 'Sekarang saya harus bertahan'. Mengenali situasi itu adalah pekerjaan yang harus kami lakukan sekarang," jelas Iraola.
Menempatkan Szoboszlai di bek kanan selama semusim bisa membantunya memahami sisi pertahanan itu dan menjadikannya gelandang yang lebih baik ke depan. Ini bukan soal kenyamanan pribadi, melainkan kepentingan tim. Milner merangkumnya dengan singkat: "Ini tentang apa pun yang terbaik untuk tim, dan pada akhirnya saya hanya ingin bermain, berkontribusi, dan membantu klub sepak bola ini."
Jika Szoboszlai punya ambisi menjadi kapten Liverpool setelah Virgil van Dijk hengkang, musim yang mengutamakan tim akan menunjukkan komitmen itu. Ia juga bisa bergerak ke dalam untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah, mirip dengan apa yang biasa dilakukan Alexander-Arnold.
Fokus Liverpool merekrut pemain sayap musim panas ini memang mengabaikan posisi bek kanan dan gelandang. Tapi memindahkan Szoboszlai memperbaiki keduanya, setidaknya untuk sementara. Jika Iraola serius ingin mendapat yang terbaik dari skuadnya, dan Szoboszlai serius menjadi pemain tim, perubahan ini akan menguntungkan Liverpool secara signifikan musim ini.